Mereka-Mereka yang Pergi

10 Agustus 2009

KESAKSIAN

.. aku mendengar suara
jerit hewan yang terluka
ada orang memanah rembulan
ada anak burung jatuh dari sangkarnya.

orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan dapat terjaga ..

*dibacakan saat Rendra disemayamkan, selamanya

Beberapa hari sangat banyak berita mengenai kematian, mulai dari kematian Mbah Surip, kemudian perginya WS Rendra, isu ditembak matinya teroris Nurdin M Top, dan hari ini secara menyentak kabar kematian datang dari guru, kawan, dan sahabat yang buah hatinya berpulang, Sandy Firly.

Memang kematian kadang datang teramat tiba-tiba, dan seringkali saat kita tak sempat bersiap menyambutnya. Mungkin yang bisa kita lakukan untuk terakhir kalinya adalah belajar bersabar dan tentunya yang paling sulit adalah berdamai dengan kenyataan.

Mungkin hanya doa yang bisa jadi penawar ampuh untuk hati dan jiwa-jiwa yang ditinggalkan. Bisa jadi apa yang sering kita anggap buruk adalah yang terbaik dihadapaNya, begitu juga sebaliknya. Kematian adalah hal mutlak, dan setiap penyebab hanyalah cara agar kematian memang terjadi adanya.

Terakhir mengutip kata-kata Sandy perlu sebelum ia melangkah ke Bandung, “Kelak semua akan jadi kenangan

keep strugle,

jabat erat kawan!

Iklan

5 Tanggapan to “Mereka-Mereka yang Pergi”

  1. masAgus said

    ini adalah cobaan dari Sang Khaliq bang Sandy…..tegarkan dirimu….ikhlas kan dia walau berat menerpa…kami dapat memahami hembusan nafas beratmu…

    Teruskan karyamu bang….jabat erat dari kami kawan!

  2. yulian said

    Turut berduka cita , semoga arwahnya di terima Allah SWT
    dan buat bang Sandy sekeluarga semoga diberi ketabahan..
    amiiiin…

  3. Saya turut berduka cita, maaf baru bisa berkunjung setelah pemakaman… Yakinlah, sang buah hati akan menyambut orang tuanya di pintu sorga…

  4. Enoey said

    jika jodohnya bumi adalah langit
    maka jodohnya air ialah api

    dan jika jodohnya jalan adalah gerbang
    maka jodohnya kehidupan adalah kematian

    kehidupan seperti api, membakar, membara, serta mengahangatkan, namun pergi dari hidup seperti menyiram sang api dengan air, asap yg tertinggal, senyap dalam bara itu sendiri.

    Pahami maut, maka seseorang akan bisa lebih jauh mengahragai hidup.

  5. pakacil said

    hanya bisa turut mendoakan
    yg terbaik untuk semua …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: