Bisu

30 Maret 2009

Kadang memang diam mampu menjadi tameng, ketika kata-kata tak lagi ampuh meredakan gelisah…
Bercinta dengan diam begitu mengasikkan, bahkan ketika waktu terlalu sulit dihentikan…
namun diam bisa menghujam, mengendap diam-diam, hingga kita terjerumus dalam kehampaan…

Iklan

11 Tanggapan to “Bisu”

  1. aap said

    Wah.kalo semua pada diam membisu gimana ngomongnya ya..!
    atau biarkan hati yang bicara.

  2. nia said

    sungguh perih .. ketika diam itu menghancurkan segalanya ..

  3. rezaldo said

    ada waktunya kapan kita harus bicara…

  4. Pakacil said

    .
    .
    .
    kadang
    .
    .

  5. Didoy said

    Diam itu emas……

    (emmm….. bagus diam diperdagangkan z.. kan bisa jadi rang kaya semua.. :D)

  6. syafwan said

    terkadang diam itu adalah ketidak berdayaan. atau kejengahan yang membuncah terhadap sesuatu

  7. o… jadi begini klo bisu nulis. hehe…
    salam

  8. sandi said

    diamlah di saat kata-kata tak mampu mengungkapkan,
    dan bicaralah bila untuk mengungkapkan kebenaran…

  9. fachri said

    diam-diam kita diam… terkadang sulit untuk diam, tapi kita perlu bisa untuk diam. Nabi pun menuntun untuk bicara yg baik saja atau diam sama sekali..

  10. Zian X-Fly said

    kada mangarti nah.

  11. hera said

    awym is back..!!!

    jangan cuma diam dunk……yaaa…..!
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: