Ego

20 September 2008

halah, goblok, kenapa aku tandatangi… aku terus merasa bodoh. Bingung, begini ceritnya.

Tadi pagi ke kampus dan kuliah TBB (teori belajar bahasa) yang di asuh Dr. Jumadi. Sempat berharap beliau tidak masuh eh ternyata masuk. Saya tidak masuk pada kuliah perdana hari satu kemarin, karena mengurusi kegiatan ini. Kuliah berjalan dan daftar hadir pun berpindah tangan, waktu berlalu, daftar hadir dalam genggaman. Nama saya tidak adak ada karena memang tidak ditulis minggu sebelumnya, dengan entengnya saya menulis nama dan membubuhi dua buah tanda tangan pada kedua tanggal perkuliahan. Padahal sebelumnya saya sudah berfikir hanya akan menandatangi satu saja, dan entah kenapa, mungkin karena dorongan ego yang terlampau besar maka saya melakukan hal tersebut. Kuliah pun berjalan sewajarnya sampai dosen mengambil daftar hadir, saya masih tenang, meskipun mulai berfirasat tidak baik. Akhirnya yang saya takutkan terjadi, beliau mengabsensi satu persatu mahasiswanya, nama pertama disebut, nama ke dua dan seterusnya. Sampai pada dua nama terakhir, dan benar beliau tahu bahwa saya tidak masuk minggu sebelumnya. “Kenapa ditanda-tangani?” ujar beliau, haduh. Kena saya, kesan yang buruk. Hiks, meiringis hati saya. teman saya yang juga melakukan hal yang sama malah cengar-cengir saja. Saya benar-benar menyesal, trus kata beliau “Tidak atheis kan?”, kawan-kawan tertawa karena memang kami sebelumnya belajar filsafat. Memang beliau kemudian hanya tersenyum setelah itu, namum benar Superego akan mendedah kepala kita dan membayangi hidup dengan bayang-bayang kesalahan yang telah kita perbuat.
Ya Allah. maafkan saya. Semoga karena saya telah berbohong, pahala puasa saya berkurang saja. Tidak hilang. Amin.
Sotoy memang, kenakalan remaja. Sampai sekarang saya masih merasa tidak enak karena waktu kuliah saya benar-benar aktif namuan kok waktu ngisi absensi bo’ong. Huwaaaaaaaa, ga lagi ko pak. Janji!

Sok ilmiah
Lupakan sejenak kejadian di atas dan singkirkan ke-sotoy-an saya. Sekarang mari menulis sesuatu yang baru saya tahu dari apa yang di sampaikan dosen saya waktu kuliah tadi.
Beberapa poin yang ingin saya tulis adalah:
Manusia di pengaruhi oleh 3 aspek menurut Sigmund Freud, yaitu :
– ID
– Ego
– Superego
Id adalah dorongan manusiawi, seperti lapar, makan, haus dan sebagainya. ID tidak unik karena tidak hanya manusia yang bisa punya dorongan sperti itu, binatang juga lapar.
Ego adalah respon dari ID, itu yang bisa saya tangkap. Ketika kita merasa lapar, maka ego akan serta merta mengatakan bahwa kita harus makan, bagaimanapun caranya.
Nah superego lah yang menjadi filter atau kontrol dari ID dan Ego. Ketika kita puasa, dan Id muncul lewat wujud rasa lapar. Serta merta ego kita akan berteriak bahwa kita harus makan. Namun karena superego yang ada dalam diri kita maka kita merasa bahwa makan saat puasa itu salah, *begitu pula tanda tangan daftar hadir saat tidak hadir seperti yang saya lakukan*. Superego harus benar-benar dipelihara agar kita tidak sakit baik mental maupun fisik. Orang sakit jiwa, masih kata dosen saya, salah satu penyebabnya adalah ia terus menerus ditroro oleh superegonya. Superegonya terus menerus membuntuti kehidupannya dengan perasaaan bersalah yang terus bertumpuk sampai megoyahkan kewarasan seseorang. Itu yang bisa saya simpulkan.

Manusia punya LAD, kalau tidak salah singkatan dari Language Aquisition Device. Sebuah ‘organ’ di otak yang berfungi merekam bahasa secara khusus. Itulah mengapa anak kecil yang baru belajar bicara mampu membedakan mana suara ibunya yang mesti ditiru dan mana suara kucing. LAD juga memberikan tahapan yang tepat bagi menusia untuk belajar, karena pengetahuan akan bahasa memang harus diterima secara bertahap.
Apa yang terjadi jika LAD rusak atau terganggu? kita akan menderita AFASIA *haduh, apa lagi ini?*
Afasia adalah penyakit kehilangan bahasa, apa bisa terjadi. Ya, hal seperti ini terjadi dengan mereka yang menderita stroke.

Begitulah, yang bisa saya tuliskan *masih merasa bersalah dan ga enak karena kesalahan pertama tadi* hiks

Iklan

14 Tanggapan to “Ego”

  1. sandi said

    Kesalahan atau ‘kebodohan’ itu bisa terjadi. Karena pengalaman itu juga yang bakalan mendewasakan kita dan dapat kita gunakan buat moment-moment yang lain.
    Hidup gak bisa sesempurna yang kita mau atau muluss… aja. iya gak..
    Lagian cerita bodoh tadi bisa ditulis dalam blog. Nambah posting-an.. hehe

  2. carbonized said

    Ada satu yang anda lupa, pada saat anda berkonsentrasi penuh terhadap “ketakutan” yang sangat kuat akan ketahuan berbohong, anda telah mengendalikan sugest yang akhirnya manstimulus superego untuk memancarkan gelombang fositive kepada benda disekitar anda.
    kemungkinan besar pada saat itu sang dosen sedang menagalami penurunan energi positive, sehingga terjadilah tarik menarik energi antara anda dan dosen, andalah yang menang.
    dengan memanfaatkan pantulan benda sekitar yang mempunyai energi sama dengan anda, anda telah berhasil mempengaruhi gelombang negative “ego” sang dosen, dan mengendalikan sang dosen untuk membaca absensi.

    ::selamat anda telah berhasil melakukan metode yang sering disebut dengan hypnosis::

  3. azkaa,, said

    haduh awym, jadi takut nih kalo mau ‘nambel’ absen lagi.. iya deh, tobat ah.. ampuni aku ya Allah.. T_T tapi jangan sampe diberi kejadian yang sama kayak awym..

  4. sandi said

    yeah, semoga awym tidak selamanya dihantui rasa bersalah hingga berakhir “gila”… hahaha…

  5. a3u5z1i said

    yang penting ndak diulangi lagi di masa yang akan datang..
    semua orang pernah salah kok. tapi tidak semua orang menyadari kesalahannya apalagi tidak mengulangi kesalahan itu di masa depan..
    NB : Ane juga tobat nitip absen…

  6. kadang2 kita bersikap jujur hanya jika ada yg melihat, tp sebaliknya apabila dalam posisi tidak diketahui orang lain, ada hasrat untuk melakukan hal2 yg sifatnya untuk membenarkan diri dengan mengutamakan kepentingan sendiri, padahal kalau kita sadar, ada yang maha melihat, apapun yg kita lakukan, dimanapun kita lakukan, kapanpunkita lakukan, akan selalu tercatat didalam buku kehidupan kita …. hahahaha makanya jangan lagi wym hal2 gituan dilakuin, malahan nanti bisa menjadi tabiat dan ngepek dikehidupan lu, mulai sekarang jujurlahhhhhhh … nanggapinnya jangan terlalu serius ya, cuman sharing aja.

  7. *sandi : bener san, aku mang bodoh, hiks

    *carbone: busyet, berat banget bon penjelasannya, ga mudeng aku!

    *Azka :semoga ini jadi pelajaran buat kita semua,

    *sandi : semoga bang, tapi sepertinya saya mulai gila!

    *a3usz1i : semoga ndak saya ulangi, nah lho???

    *Iwan : bener, saeratus buat abang! heheheh

  8. warmorning said

    tidak ada yang salah bodoh, mas
    smua bagian dari pembelajaran hidup,
    jangan terus merasa bersalah, okeh 🙂

  9. Irfan said

    Biar ego nya hilang, nich aku kasih kado, silahkan di ambil ya …

  10. chic said

    ah itu hanya pembelajaran saja.. semoga ujiannya dapet A, jadi ga tambah malu sama dosennya 😀

  11. Sarah Luna said

    Nah lho… Awym….!!!.
    Terlalu cakep lo km wym ae, makanya dosennya mengenali km. Jadi tahu km kada masuk minggu sblmnya. *memuji orang itu ibadah kan…??* hahhahaha…

  12. aRuL said

    wah dosennya bisa sampe tau gitu..
    hmm…
    yang penting sebenarnya bukan di absensi lho 😀

  13. taufik79 said

    ego.. ego.. dan ego..
    dah sifat dasar manusia tuk memiliki ego
    demikian juga laki-laki dam wanita, emang sih ego laki2 lebih menonjol dari wanita.
    namun perlu diperhatikan ga selamanya ego itu jelek, menrapkan ego tergantung dari prinsip tiap-tiap orang. ego itu sendiri adalah gambaran nyata bagaimana seseorang memegan perinsipnya.

  14. bertha said

    semuanya bisa dijadiin bahan pembelajaran khan?? penyesalan memang selalu dtg di belakang..tpi gag ada yg sia-sia……krena hidyp adalah sebuah pembelajaran dan pengalaman…….smangat +_+

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: