Masalah Kontrakan

19 September 2008

Meskipun tidak seperti yang lain, namun kenapa tidak kita mencobanya. Hal inilah yang mendasari saya belajar *lebih tepatnya nekat* menggunakan fasilitas gratisan untuk perlahan mencari kontrakan baru. Apakah kontrakan yang lama tidak cukup, jawabannya adalah tidak. Tempat yang dulu saja setiap sudut dan fasilitasnya belum mampu saya maksimalkan, bahkan lebih parah belum saya ketahui. Seperti ketika seseorang mencoba menafkahi saya ilmu untuk  beraktifitas di kontrakan tersebut dengan cara yang lebih alami, ling-lung lah yang saya rasakan. Namun memang rasa ingin tahu yang begitu menggebu terkadang membuat kita begitu terpacu untuk mencoba sesuatu yang baru.
Pada hakikatnya saya memang masih ngontrak. Namun kontrakan saya yang sekarang coba saya atur dan bangun terkesan lebih luas. Ruangan yang lebih banyak dengan tingkat kenyamanan yang sedikit lebih baik. Meskipun begitu bukan tidak mungkin suatu saat saya akan diusir baik secara hormat maupun tidak hormat oleh yang punya rumah, namun sebelum hal itu terjadi *semoga saja tidak* paling tidak ada hikmah yang bisa saya ambil menjadi pelajaran dari kenekatan saya kali ini.
Dengan pengetahuan yang ala kadarnya dibumbui doa, keringat dingin, kebingungan, ketiduran, dan harapan maka kontrakan baru saya sudah bisa dikunjungi dan diberikan hal-hal yang memang diperlukannya sebagai sebuah tempat tinggal yang layak. Silakan saja dikunjungi, dicaci-maki kalau memang tidak nyaman untuk duduk atau berbicang-bincang. Insyaalah akan ada segelas kopi sebagai sebuah penghormatan bagi anda yang berkunjung *jangan dianggap serius*
-sok serius
Seperti yang saya pahami sampai saat ini bahwa ngeblog adalah urusan menulis, menulis dan menulis, bukan masalah foto, peraturan atau hal-hal yang kurang substansial lainnya *menurut saya lho ya* maka ngeblog dimanapun tempatnya tidak jadi masalah selama kebebasan yang melekat pada diri seorang blogger tidak disalahgunakan dan mampu dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun materiil. Karena blog *masih menurut saya* adalah sebuah refleksi dari berbagi macam kehidupan, blog adalah wujud eksistensi dari si empunya untuk menuliskan segenap aspirasi yang menurutnya tidak bisa lagi hanya disimpan dalam hati yang pada akhirnya hanya akan menjadi karat di jiwa. Mungkin banyak yang berlainan dalam memaknai kehadiran sebuah blog namun karena perbedaan itulah kehidupan kita jadi lebih berwarna, semoga.
Semangat ngeblog. 
Aku ngeblog karena aku ada.
*Bila bertemu orang ini harap beritahu saya, karena banyak yang saya ingin tanyakan *garuk-garuk kepala* hehehe

 

Iklan

6 Tanggapan to “Masalah Kontrakan”

  1. Irfan said

    “*Bila bertemu orang ini harap beritahu saya, karena banyak yang saya ingin tanyakan *garuk-garuk kepala* hehehe ”

    Yup, pasti tu orang kehilangan password lagi …

  2. annmolly said

    apakah nantinya rumah ini akan ditinggalkan juga?

  3. annmolly said

    apakah nantinya rumah ini akan ditinggalkan juga? gue merasa lebih nyaman berkomentar di rumah ini.

  4. linknya salah lagi tuh. Pasti masih belum bisa ngelink. alias masih copy paste dari word. atau menggunakan visual editor.

    *jadi teringat Fadil*

  5. weibullgamma said

    ga masalah kok…

  6. hariesaja said

    Lirik komen no.4 @Mr.Fortynine

    Linknya salah lagi tuh. Pasti masih belum bisa ngelink. alias masih copy paste dari word. atau menggunakan visual editor.

    *jadi teringat Fadil*

    —-

    Siapa Fadil itu, Om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: