Ramadhan Mengunjungi Kita Lagi

1 September 2008

Satu putaran waktu mengelilingi matahari sepertinya akan menemui awalnya kembali. Perjalanan yang cukup jauh juga melelahkan. Satu titik nadir akan segera kita temui, titik dimana semua diserahkan dan semua dibasuh. Bulan ramadhan akhrinya tiba, kado dari tuhan yang penuh janji-janji bagi manusia yang terkadang lupa terhadap penciptanya.
Menemukan ramadhan bukanlah sesuatu yang tiba-tiba saja, tidak semua manusia sadar akan kehadirannya meskipun berada di dalamnya. Sebuah momentum untuk kembali mengukur diri dan membaca hati. Sebuah kesempatan untuk berhenti dan menoleh kebelakang. Hidup tak seharusnya kita terus pacu dan terus berlari. Ada saatnya kita harus memunguti kenangan dan menyusunnya lagi setelah sekian lama terserak.
Romantisme masa kecil akan kembali terulang sebentar lagi. Petasan yang meskipun dilarang masih saja berseliweran di jalan-jalan. Langit yang kadang menyala karena ada gemericik api di atas sana, riang anak kecil yang ribut saat sholat malam didirikan. Makanan yang hanya muncul saat-saat ramadhan. Aroma suci yang selalu terhirup dalam bulan penuh rahmat.
Saatnya kita ikut arus dalam mencariNYA, sujud dihadapanNYA dan menangis memohon maaf kepadaNYA. Semoga Ramadhan menghadirkan sebuah kesucian yang abadi dalam lubuk reot hati-hati kita yang rapuh.
Sedalam-dalamnya samudra hati maka pemilik blog ini meminta maaf setulusnya kepada kawan dan para sahabat yang mungkin pernah terluka, tersakiti selama kita berkawan dan bersahabat.
Semoga akan ada perubahan yang lebih baik setelah semuanya kita lewati perlahan-lahan.
Selamat datang ramadhan
Kami yang berserak menyambutmu

Iklan

11 Tanggapan to “Ramadhan Mengunjungi Kita Lagi”

  1. FaNZ said

    mohon maaf lahir bathin..

    sama-sama
    jabat erat!

  2. redesya said

    Ramadhan selalu jadi bulan terindah bagiku…

    tak terkecuali aku…

  3. sandi said

    Minal aidhin wal faidzin mohon maaf lahir bathin. Kemana sembahyang Id?

    lahir batiiin…
    yup.. mungkin di Martapura saja mas!

  4. triasakti said

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin..

    sama-sama yaa

  5. taufik79 said

    Sungguh Ramadhan merupakan tamu agung yang datang menemui kita umat Islam. Tamu yang datang membawa limpahan pahala, penggandaan ganjaran, keutamaan-keutamaan ibadah dan sebagainya. Marilah kita sambut kehadirannya dengan hati yang bersih dan dada yang suci. Mudah-mudahan segala yang dibawanya kepada kita benar-benar milik kita yang berguna dan memang kita butuhkan. Amien!

    Amien…

  6. ageleng said

    Ramadhan, tu bda sndiri bgi gw. . Makanannya, warung sore nya, nungguin iklan2 di tipi klo dah mw bka puasa. . Ma jajanan yg ad di dket msjid. . Hoaa. . I lupbh ramadhan. .=D

    sama, ramdhan memunculkan jajanan yang terkadang di bulan-bulan lain menghilang, tul gak!

  7. Elys Welt said

    met puasa yach

    km jg!

  8. weib said

    Pengen deh skali2 ramadhan atau lebaran di kalimantan…

    saya tunggu kunjungannya…

  9. sandi said

    ya, semua salahmu aku maafkan, wym.
    tapi utang ente tetap harus dibayar yaaa.., hehee… (bagayaan). sampai ketemu selalu di book cafe..

    semoga ada saja rejekinya bang, hehehe…
    sippp..

  10. rotyyu said

    Selamat menunaikan ibadah puasa ajah bagi rekan2 blogger yang menunaikannya…

    http://rotyyu.tk
    http://rotyyu.blogsome.com

  11. hudan nur said

    Saya senantiasa berupaya lebih baik. selalu ingin berubah menjadi lebih baik. tapi pada kenyatannya? saya beginibegini saja…
    tahun lalu saya berharap agar bulan puasa dapat dijalani dengan ikhlas tapi??? tahun inipun demikian.
    musuh-musuh saya di depan sana masih menghadang. bahkan, menunggu altar kematian hadir di hadapan mereka.
    tapi bagi saya:
    MAJU MELAWAN ATAU DIAM TERTINDAS. KARENA MUNDUR DARI SEBUAH PERJUANGAN ADALAH SEBUAH PENGHINAAN.
    meski beginibegini saja, saya akan terus koyak hingga limbur ke nadir yang kopah.
    hidup saya adalah milik pemuda yang masih percaya pada kebenaran..
    mudahmudahan kita khusyuk dalam menjalankan puasa. khusyuk memberantas korupsi…!!!!

    MUDAHMUDAHAN REKTOR KITA SADAR DAN BISA MELEPASKAN JABATANNYA ATAS SIKAPNYA YANG TAK TRANSPARANT..

    Teras Puitika, Sep’08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: