Selamat Datang Mahasiswa Baru

28 Agustus 2008

http://www.kartunopininoy.blogspot.com/

dimuat di Radar Banjarmasin edisi 25 agustus 2008

Bulan-bulan terakhir kita saksikan kembali rutinitas mencari jenjang pendidikan yang selalu terulang setiap tahunnya. Mereka para siswa yang berhasil lulus atau lebih tepat mereka yang mampu lolos dari jerat Ujian Akhir Nasional mendaftar, mengurus administrasi, mengikuti tes, menunggu pengumuman, serta berbagai prosedur dilalui untuk memasuki sekolah atau universitas impian. Ketika mengetahui bahwa telah mampu dan dinyatakan lulus untuk memasukinya kami seluruh mahasiswa yang lebih dulu mencicipi aroma perkuliahan mengucapkan “Selamat Datang Mahasiswa” kepada seluruh calon mahasiswa yang akan memasuki dunia baru bernama dunia kampus, dunia perjuangan.

Banyak imaji yang terlintas dikepala ketika kalian membayangkan sebuah tempat bernama kampus, tempat geliat mahasiswa terjadi, kuliah, berinteraksi, dan seabrek kegiatan humanis yang menunggu. Hal penting lain adalah kalian akan menerima sebuah tongkat estafet perjuangan yang terus diwariskan dari generasi ke genarasi baru, sebuah dunia yang tidak melulu belajar dalam ruang perkuliahan namun juga belajar dari kejadian-kejadian sosial di sekitar kita, banyak kenyataan yang tidak mampu kalian indahkan begitu saja. Tentu kalaian akan dibawa pada pertanyaan “Apa bisa kalian lakukan untuk bangsa ini ?”

Di sinilah kalian akan dihadapakan pada beberapa pilihan yang cukup sulit untuk diputuskan. Pertama kalian bisa saja memilih jalan untuk menjadi mahasiswa biasa, datang ke kampus, tidak mencoba bercebur dalam organisasi apapun, belajar, dan lulus, setelah itu habis. Pilihan yang tentunya akan diamini oleh banyak orang. Karena pikiran konvensional yang masih saja dipertahankan dari dulu hingga sekarang bahwa mahasiswa tugasnya adalah tiga hal yaitu belajar, belajar, dan belajar.

Pilihan selanjutnya mungkin saja pilihan ditengah-tengah, kalian mencoba berjuang lewat ikut dalam organisasi kemahasiswaan, namun dilakukan setengah-setengah. Dalam taraf ini mungkin kalian tidak berani mengambil resiko yang terlalu dalam, hanya saja pekerjaan yang dilakukan setengah-setangah hasilnya tentu juga tidak akan maksimal.

Terakhir kalian akan di hadapkan pada sebuah kenyataan bahwa tugas mahasiswa tidak hanya belajar dan belajar. Mahasiswa punya tanggung jawab sosial yang mau tidak mau sudah melekat dalam diri kalian ketika kalian menyatakan diri sebagai seorang mahasiswa. Seorang mahasiswa yang kritis terhadap keadaan sekitarnya, terlebih lagi terhadap keadaan bangsanya, ketika kalian menyadari bahwa ada perjuangan yang bisa kita lakukan sebagai seorang mahasiswa maka mahasiswa dalam taraf ini akan serta merta bercebur dan bergeliat dalam berbagai kegiatan positif yang sebenarnya merupakan keharusan moral yang dipanggulnya untuk terus berusaha membuat bangsa ini lebih baik.

Mahasiswa adalah sebuah elemen yang unik berada dalam masyarakat. Dalam semua aspek mahasiswa adalah posisi ideal untuk menjadi corong aspirasi dan simbol perjuangan. Komunitas mahasiswa adalah komitas yang paling peka dan dinamis dalam menangkap isu-isu perubahan yang ideal bagi bangsanya. Mahasiswa dapat kita lihat sebagai asosiasi dari kejujuran, integritas dan semangat moral. Mereka adalah kumpulan orang-orang cerdas yang benar-benar terjaga dari keracunan idelis dan kapitalis. Orang-orang yang benar-benar murni menginginkan sebuah peruabahan yang posotif bagi lingkungan dan bangsanya, namun dalam perjalanannya tidak bisa kita punkiri ada orang-orang yang tidak suka terhadap yang namanya mahasiswa dan menunggangi setiap aksi yang dilakukan kelompok orang-orang muda ini. Hal ini juga harus diperhatikan agar perjuangan ke depan dapat di jaga dari noda-noda yang merusak.

Sejarah juga mencatat perjuangan mahasiswa indonesia membawa angin perubahan yang meskipun ke depannya perubahan itu tidak serta merta diteruskan oleh penguasa selanjutnya. Reformasi yang coba mahasiswa letuskan memang berjalan namun belakangan kita tersadar bahwa semua itu berjalan tidak sebagaimana yang kita impikan dahulu, banyak para pahlawan kesiangan bermunculan dan memipin bangsa ini sekarang. Mereka adalah orang-orang lama yang mencuci tangan lalu kemudian muncul sebagai seorang yang membawa angin parubahan, hal-hal seperti ini harus benar-benar dicermati agar ketika memilih pemimpin bangsa ini kita tidak terbuat dengan janji.

Ketika memutuskan untuk turut serta dalam perjuangan untuk membawa bangsa ini lebih baik maka secara tidak langsung kita harus belajar membagi waktu antara belajar dan berorganisasi. Banyak mahasiswa yang benar-benar bersemangat dalam beroraganisasi namun melupakan hakikat mereka sebagi mahasiswa, hal inilah yang mungkin ditakutkan para orang tua terhadap anak-anak mereka.

Banyak masyarakat yang apatis ketika melihat mahasiswa yang aktif dalam organisasi karena mahasiswa terkadang tidak mengambil sikap ideal dalam berorganisasi. Mereka mencoba ikut andil dalam perubahan bangsa berjuang dengan beringas, turun ke jalan-jalan, merusak dan menghancurkan yang sudah ada. Hal ini tidak salah meskipun kita sama-sama menyadari bahwa perubahan terkadang memang memerlukan pengorbanan, namun yang sering kita lupakan adalah masih terbuka jalan lain yang lebih intelek dan damai untuk membuat perubahan. Memang pada akhirnya kita akan dihadapkan bahwa harus ada satu atau dua orang dulu yang nyawanya melayang di negeri ini untuk membuat para penguasa melek dan menyadari bahwa ada yang harus dibenahi.

Itu hanya sedikit potret dari kehidupan mahasiswa di negeri ini, kita harus benar-benar cermat dan menyadari tugas sebagai seorang mahasiswa namun tidak melupakan tugas kita sebagai bagian dari sebuah masyarakat yang memerlukan corong bersuara.

Dunia mahasiswa adalah dunia penuh warna, dimana di dalamnya akan ditempa menjadi manusia yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Dimana kita dipersiapkan untuk menghadapi rimba di luar sana yang semakin ganas. Semua pilihan ada di tangan kita, dan semua resikonya juga sudah mulai bisa diraba-raba.

Bangsa ini selalu memerlukan orang-orang muda yang berani merubah kebiasaan-kebiasaan orang-orang terdahulu, setiap anak dilahirkan cerdas dan punya potensi. Dalam proses mejadi mahasiswa inilah masa terbaik untuk menetukan arah hidup kita ke depan. Apakah bisa mempertahankan idealisme yang terkadang membuat hidup terkesan sulit atau larut dalam latah peradaban yang berkepanjangan.

Semoga kalian tidak megambil jalan yang semakin banyak dilalui banyak mahasiswa. Jalan hedonisme karena globalisasi yang semakin akut menerpa kita semua. Sekali lagi “Selamat Datang Mahasiswa, selamat datang intelektual muda!”

Iklan

4 Tanggapan to “Selamat Datang Mahasiswa Baru”

  1. ichal said

    wahh calon pengangguran intelek nambah lagi donk…hhiihihihi

    *no comment*

  2. ...bukan siapa-siapa... said

    Kmrn lun bc d radar a ae…
    Taun dpn lun harus kul, tp gag tau mw kmn… (kasian 😥 …) hehe, pengin na sih k psikologi… Doain lah A,.
    Semoga generasi muda bs buat lembaran indah dlm sejarah…

    semoga ness,,,
    mmm bagus, a doain dh bs, artinya keluar kalimantan dunk, eh unlam kayaknya dah ad deh psikologi *bingung*

  3. redesya said

    Thanks infonya, aku juga maba lho kak.., pilih yang mana ya…
    *garuk-garuk kepala*

  4. miftahsekali said

    eh wim! foto mu jangan di pajang disitu punk!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: