menutup mata

14 Agustus 2008

Terkadang menyeruput sunyi memang menyamankan. Di tengah riak yang kadang tak bersahabat, coba mendekat. Sendiri saja. Menjaga kewarasan…

Benar, ada yang terhempas, ada yang putus

Ada yang lari, dan ada yang tertinggal

Kehidupan memang tak bisa dihentikan

Akhirnya daun itu luruh, patah dan terinjak-injak

Hhhh… Sudah lama aku tak di sana, di sisimu. Bimbing aku kembali…

Iklan

17 Tanggapan to “menutup mata”

  1. Rasyeed said

    Sendiri tak selalu sepi, tak selalu tak berarti. Sendiri dalam diam kadang adalah peluang untuk berkaca pada cermin kehidupan.

    betul…

  2. Rizky said

    Sebenarnya ada hikmah dibalik segalanya…. Sama seperti adek, kakak juga ingin mencari jawaban yang sebenar-benarnya, mengapa kita ada dan hidup di alam dunia ini…. Tidak tau kapan titik akhir itu menyapa kita….

    Kekecewaan ku yang terdalam saat ini adalah, mengapa kemunafikan masih menjadi bagian yang terpisahkan pada satu kehidupan…

    Aku termenung meratapi hamparan kenyataan yang tak bertepi….

    kemunafikan sudah terlalu akut, seharusnya kita bisa menjaga diri agar tidak ikut arus di dalamnya kak, kita adalah orang-orang yang mencoba sadar, bahwa sikap menag harus diambil, dan dipertahankan…

  3. Cermin said

    tidak ada yang tetap kecuali perubahan
    🙂

    Hidup Perubahan

  4. taufik79 said

    biarlah waktu yang menyembuhkan luka……

    hidup tak berhenti sampai di sini

    karena hidup tak berhenti ketika file itu terhapus…..

    dan ternyata file dengan judul ‘namanya’ tak hanya aku yang memiliki

    mereka juga memilikinya

    mereka tak menghapusnya

    ada yang tetap menyimpannya rapi

    ada yang menyembunyikannya di tempat yang jarang dia buka

    ada juga yang menghapusnya

    mantab!

  5. ayo semangat!!! jabat erat tabik! 🙂

    siiip

  6. Semoga kau tenang di sisi-nya

    makasiiih *aseeem*

  7. Menutup mata? Tidur kali, hehe

    zzzz…. *ngiler*

  8. ...bukan siapa siapa... said

    De sering mnutup mata…

    Waktu sendiri, waktu sepi, waktu mengingat, dan waktu mencari …

    Ketika menyesali, ketika menangis, dan sebelum tersenyum …

    Dan menutup mata untuk menemukan diri sendiri di atas kaca yang sudah tertutup debu …

    Semangat a!

    semangat de!

  9. idem………

    duh, nih anak emang bener2 dewasa dan puitis banget

    makasih… he

  10. carbonezed said

    Semua waktu dibelahan bumi manapun tidak pernah berhenti
    Semua tak akan pernah berakhir, itu semua adalah penanda dimulainya segala era baru.
    Lahir adalah awal dari hidup di dunia yang baru
    Matipun adalah awal dari hidup didunia yang baru
    Begitu seterusnya sama dengan hal yang lain…
    cayo!

    saya kok baru tahu situ puitis juga… *matian musuhnya*

  11. goncecs said

    maksudnya apa siiich ?????
    akhirnya daun itu luruh, ????

    semua akan jatuh, hanya menunggu waktu,
    kita semua lelah, teramat lelah…

  12. Qori said

    bujur jar pian tuh,menutup mata laluay jadi sepi dunia nih.
    mang, salam kenal lah.

    siiippppp…
    jabat erat

  13. BanNyu said

    Segalanya adalah simfoni kehidupan …

  14. budimeeong said

    Kisah nyata ya..?
    Ato da yg dicerita’in, ato cuma bercerita..?? :-S

  15. weibullgamma said

    dah lama ga nyasar kesini….
    dah keseringan nutup mata….skrg dah seger lagi….
    he he he,…..

  16. Sarah Luna said

    Benar.. aku merindukan saat-saat sendiri di tengah rutinitas ini… Pernah aku ngerasa pengen menghilang sesaat dari bumi ini. Tapi gak mungkin… Lagi JENUH niyh… Kapan ku bisa cuti…..???. hehehe..

  17. a3u5z1i said

    hidup bukanlah hidup tanpa masalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: