DI ANTARA SIMPOSIUM ANTROPOLOGI DI FKIP UNLAM

29 Juli 2008

dimuat di Radar Banjarmasin edisi 28 Juli 2008

Unlam mengukir sejarah, sejak tanggal 21-24 Juli 2008 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat mengadakan simposium dengan ruang lingkup international bertajuk The 5th Simposium Inter dengan ruang lingkup international bertajuk The 5th Symposium Internasional of Journal Antropologi Indonesia. Acara berkelas ini dihadiri sekitar 200 orang Antropolog dari berbagai negara seperti Amerika, Australia, Jepang, Thailand, dan Brunei Darussalam serta dari berbagai daerah di Indonesia, dari universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran berbaur dengan Antropolog International yang larutjajaran berbaur dengan Antropolog International yang larut dalam kemeriahan kegiatan akbar kali ini.

Penyelenggaraan simposium ini adalah sebuah sejarah luar biasa karena ini adalah simposium internasional pertama yang diadakan oleh Universitas Lambung Maepanjang sejarah penyelenggaran simposium di provinsi ini simposium kali ini adalah simposium paling hebat, wah dan berhasil, dikatakan berhasil karena para Antropolog dijamu dan dilayani dengan sangat baik, peliputan kegiatan yang up to date, serta apresingat baik, peliputan kegiatan yang up to date, serta apresiasi diskusi yang cukup baik menjadikan kerja keras panitia tidak sia-sia.

Simposium terhebat sepanjang sejarah Universitas Lambung Mangkurat ini diprakarsai oleh Prodi Sosiologi dan Antropologi yang terbilang kecil dibanding prodi prodi mapan seperti Prodi Bahasa Inggris atu Prodi lain yang secara finansial maupun fasilitas terbilang lebih baik. Simposium kali ini layaknya sebuah tantangan yang mau tidak mau harus dijawab oleh semua civitas Unlam. Bayangkan saja setiap prodi membuat acara-acara berjenis kelamin sama maka nama Unlam tentu akan harum dikalangan intelektual baik dari dalam dan luar negeri.

Dengan diadakan simposium ini maka akan berimplikasi positif bagi dunia wisata Kalimantan Selatan yang seakan mandeg beberapa tahun belakangan, setiap tamu yang datang disambut dengan alunan musik panting, dijamu dengan kue khas banjar serta diberikan souvenir yang bercirikan kedaerahan, setali tiga uang tentunya dengan misi pemerintah daerah yang katanya ingin konsen dengan masalah kunjungan wisata.

Dapat dibayangkan jika Simposium ini diadakan secara berkala semisal satu atau dua tahun sekali maka berapa banyak kunjungan wisata yang didapat daerah ini, kunjungan tentu akan menjadi ladang subur bagi bisnis perhotelan, transportasi, terjadinya ajang perkenalan budaya, dan mungkin saja akan muncul hubungan bisnis antara warga daerah ini dengan para wisatawan tersebut nantinya.

Luar biasa pencitraan yang kita dapatkan kalau simposiun ini dapat menjadi agenda daerah. Simposium kali ini yang hanya dipicu oleh sebuah prodi kecil saja bisa sehebat ini, bagaimana kalau ke depan dalam acara seperti ini semua aspek pemerintahan dan ranah swasta turut ambil bagian, tentu penyelenggaraan yang lebih baik dan lebih berkesan dapat dilakukan oleh Kalimantan Selatan. Promosi yang efektif bagi kemajuan Kalimantan Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Unlam sendiri seharusnya lebih aktif mendukung terselenggaranya kegiata semacam ini, pihak Rektorat harus melek terhadap potensi-potensi yang dimiliki fakultas-fakultas bawahannya. Jangan sampai yang terjadi malah sebaliknya, prodi-prodi kecil yang sigap menangkap kesempatan seperti ini dimatikan oleh sikap atasan yang kurang pro-aktif dan kurang tanggap tehadap gagasan-gagasan cerdas seperti ini, padahal kegiatan macam ini akan mengharumkan nama fakultas ini di mata dunia.

Secara ekonomi penyelenggaran acara seperti akan mendatangkan devisa yang menguntungkan bagi banyak aspek, selain itu bagi akan sangat membantu meningkatkan iklim berpikir terhadap warga Kalimantan Selatan sendiri, pemikir-pemikir lokal pun seakan dipacu untuk lebih baik karena ilmu terus berkembang dari waktu ke waktu. Para jago kandang itu harus dibangunkan agar tidak hanya puas dengan ilmu yang sudah ada.

Globalisasi yang menerpa negara ini dengan masalah bawaannya yang begitu akut tentu harus dengan sigap dan bijaksana dicari solusinya, salah satu caranya dengan mengadakan acara-acara tingkat internasional yang merangkul pihak-pihak yang terkait yang kompeten dibidangnya masing-masing. Bukan hanya permasalahan nasional saja yang dibahas kali ini. masalah-masalah pelik daerah ini juga ikut dimasukkan dalam agenda diskusi pada acara simposium kali ini, akan ada banyak manfaat bagi kemajuan daerah yang bersifat lokal.

Hasil diskusi-diskusi yang dipaparkan oleh pembicara-pembicara handal tersebut akan memberikan sedikit pencerahan dan cermin bagaimana dunia luar berkembang dan bergeliat. Akan ada solusi-solusi aktual yang sejalan dengan permasalahan bangsa ini, seperti tantangan yang dilemparkan Menristek pada awal simposium tentang bagaimana cara memecahakan masalah ketergantunan bangsa ini terhadap kedelai yang berimbas pada tingginya impor Indonesia terhadap kedelai. Sebuah tantangan nyata bagi pemikir-pemikir negeri ini.

Imbasnya juga akan terasa bagi iklim pembangunan di daerah Kalimantan Selatan sendiri, pembicara-pembicara yang berasal dari pemerintahan yang datang ke Kalimantan Selatan seperti Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, kemudian Menteri Pemberdayaan Perempuan Meuttia Hatta serta orang-orang berpengaruh lainya tentu akan memberikan perhatian lebih terhadap daerah ini, pemerintah akan lebih konsen terhadap pembangunan terhadap provinsi ini karena mereka telah mengunjungi dan melihat potensi yang dimliki Kalimantan Selatan dari dekat.

Namun paling tidak acara ini berimbas bagi pembangunan FKIP sendiri, pembenahan ruangan, cat baru, pendingin rungan yang diperbanyak, fasilitas yang dulunya terbengkalai kini difungsikan dengan baik tentu saja akan sangat berpengaruh dalam proses perkuliahan ke depannya. FKIP semakin makmur dan mampu berdiri sejajar dengan fakultas-fakultas lainnya yang lebih diperhatikan oleh pihak atas.

Dalam hal penyelenggaran tentu saja sebagai awal dapat dikatakan cukup baik meskipun masih banyak kekurangan yang tertutupi dengan kemegahan yang ditawarkan dalam pengelenggaran acara ini selama empat hari. Koordinasi yang kurang antar-prodi tentu ke depan harus semakin ditingkatkan agar event semacam ini tidak terkesan ekslusif dan memudarkan rasa kalau event ini adalah milik bersama.

Bukan tidak mungkin Kalimantan Selatan mampu menjadi seperti kota-kota terkemuka seperti Jogjakarta yang menjadi kota yang cerdas dan menjadi ikon kota pendidikan yang terus maju karena menjalin hubungan yang harmonis dengan dunia luar namun tetap mempertahankan warna lokal yang menjadi cirri khas daerah ini. Dukungan pemerintah mutlak diperlukan untuk mewujudkan Kalimantan Selatan yang cerdas dan punya iklim kritis.

Simposium ini akan ditutup di halaman walikota Banjarmasin yang pastinya meninggalkan senyum bagi siapa saja yang merasa lega dan puas akan hasil maksimal yang mereka capai. Kita tinggal menunggu apa yang akan terjadi setelah ini, tindak lanjutlah yang paling penting dari sebuah diskusi, begitu pula dengan simposium kali ini. Semua solusi yag dihasilkan kalau tidak ditindaklanjuti maka hanya akan menjadi tumpukan kata-kata yang terbengkalai. Kemudian apakah simposium kali ini menghasilkan terobosan baru bagi negeri ini khususnya untuk dunia pendidikan yang dekat dengan sosiologi antropologi? apakah ada pihak-pihak yang tersentil telinganya dan terlecut untuk mengadakan acara yang yang jauh lebih hebat dari simposium kali ini? Atau sebaliknya, simposium hanyalah kemeriahan semata tanpa hasil yang nyata, dan hanya menjadi kenangan saja. Kita menunggu. Untuk Indonesia yang lebih baik!

Iklan

5 Tanggapan to “DI ANTARA SIMPOSIUM ANTROPOLOGI DI FKIP UNLAM”

  1. Puanjang… apa intinya wym? Jaka bawainya para antropolog itu kopdar, sapa tau ada Indiana Jones di situ…

    intinya gula habang campur gula, hahaha..
    kopdar, makanan apa tuh? *dilempar mansup ama keyboard*

  2. weibullgamma said

    Bentar lagi juga bakal ada Simposium Matematika dan Statistika yang diselenggarakan oleh Statistika IPB…

    awym yang nulis artikel itu?

    cieee, jadi panitia yang, asikkkkk.
    yup, saya yang nulis kok… maap klo masih berantakan

  3. Rizky said

    Emmm…. Yaa…yaa…yaa…. Mana nih kritikan2 yang revolusionernya??? KoK gak liat aku… Siapa bilang Sos-Antro prodi kecil??? Gerak nya memang tidak terlihat, tapi sekali bikin acara langsung bertaraf internasional. Hayo… sapa yang mengikuti langkah sos-antro…he Jangan salah lo, link mereka cukup baik… Terutama sih dosen2nya…

    Akankah lebih bijaknya kita dapat menelisiknya dari berbagai sudut pandang, bukan berdasarkan satu asumsi saja.. Jar buhan anak sejarah to ada istilah yang namanya multi kausalitas…he (promosi…3x) Siipp… ente dah memberikan sumbangan yang konstruktif…!!! Terus berkarya…

    ada kok krtikikannya, tetapi sala kali ini belajar nyentil dengan cara halusm hehehe…
    siiip, saya tunggu tulisan pian lah, saya belajar dari pian jua, semangat berkarya…

  4. Salam untuk semua, semoga FKIP Unlam tambah maju dan jaya sebagai institusi pencetak tenaga pendidik di Kalsel.

    Izinkan saya menitipkan sebuah informasi tentang adanya usaha dan cita-cita untuk membuat sistem informasi akademik online bagi FKIP Unlam.

    Semua civitas akademika dan alumnus FKIP Unlam tentunya berharap agar lembaga pendidikan pencetak guru di Kalsel ini terus maju. Bernenah diri mengikuti perkembangan era globalisasi dan era informasi.

    Hasil penelitian dan pengembangan berupa sistem informasi akademik FKIP Unlam yang online di http://simfkip.net63.net walaupun ini bukan versi resmi dari FKIP tapi hanya sekedar versi demo atau gambaran saja.

    Mohon dukungan, komentar, saran dan kritik serta apresiasinya supaya sistem informasi ini bisa direalisasikan oleh FKIP Unlam agar data-data akademik selalu update, online dan dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Semua ini agar terjadi transparansi, akuntabilitas dan efisiensi akademik FKIP Unlam semakin baik.

    Terima Kasih
    Wassalam

    saya dukung mas, semoga dengan memanfaatkan IT secara maksimal FKIP UNLAM bisa jadi lebih baik, jauh lebih baik dari yang sekarang,
    semangat

  5. Bowo said

    Buagus km nak,kemukakan pendapat.tp gw hrp pemikiran dr lu ya!!
    Oh ya mski prodi kmi dpndng kecil tp kmi kan ciptakan sesuatu hal positif yang besar,yang bwt para atsn dkmpz bangga walau dia ga melek ma kmi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: