Sedetik Waktu

5 Juli 2008

kosong

“Akhirnya” Sebuah kata yang mengiringi tapak langkahku ke sebuah pantai di derahku. Setelah seminggu lebih berkutat dengan kerasnya tes-tes akhir semester dan setumpuk masalah yang cukup menyesakkan dada.

Sebenarnya sudah sekian lama aku merindukan pergi ke suatu tempat yang menawarkan kenyamanan hati seperti pantai atau gunung. Cukup lama ketika aku terakhir kali ke pantai, entah mengapa tetapi aku merindukan riak ombak yang mengajakku tersenyum bersama bias matahari. Hhhh…

Bermain air, angin laut yang lembut, ternyata mampu memberikan kedamaian yang luar biasa. Berlari sejenak dari akutnya kehidupan kota. Aku memang sangat menyenangi mendaki gunung, sejak SMA sudah gabung dalam kelompok pecinta alam. Saking gilanya, pernah tiap satu minggu sekali naik ke gunung. Namun setelah kuliah, perlahan hidup terasa semakin sulit. Akhirnya waktu untuk berdamai dengan alam semakin tersita bersama hidup yang semakin melelahkan untuk dilewati.

Iklan

17 Tanggapan to “Sedetik Waktu”

  1. weibullgamma said

    pantai?..bosen..200 meter dari rumah juga dah ketemu pantai…ke gunung dunk…alhamdulillah kemaren ke tangkuban parahu…sayang saya ga sempat foto disana…
    btw, cara fotonya persis dengan teman saya ketika ke suatu pantai di bali…lagi ngetrend kali yah foto dipantai dengan cara seperti itu…
    tabeek!!

    🙂 ga kali, kebetulan saja sama, saya juga ga niat foto gitu, biasa aza, mungkin yang ngambil foto mampu menerka bagaimana hati saya, gitu deh hasilnya…
    tabik!

  2. annmolly said

    kopdar eps. 4 jalan-jalan aja pulang jer….

    siiip… asal bugjetnya terjangkau z, wakakakak
    tabik!

  3. SHALEH said

    Boleh bagaimana klo ke Bandung aja Kopdarnya sekalian shopping. hahahaha

    bahhhh. kejauhan. aku hakun ae asal shaleh yang bayari….huwahahahhaa
    tabik!

  4. tambal ban said

    umpat pang…umpat..si

    hayuk…
    kasi basiap…
    he
    tabik!

  5. kayaknya ada yg lg muram nih, gundah hati atau lg tegang nunggu hasil testnya, lupakanlah semuanya … refresh aja biar tetap terus semangat, jg sampai larut dalam kesedihan, matahari esok pasti akan terbit membawa kedamaian hati … tabik!
    wiem, izin masang link blog lu di blog gw …

    makasih doanya… semangat…
    mmmmm. silakan di pasang link nya…
    saling mengunjungi yah…
    tabik!

  6. alveean said

    dua bulan yang lalu klo ngga salah, aku juga pergi ke pantai (ngga usah disebutin namanya), tapi malah bikin hati sumpek, soale sampah di mana-mana, pantai koq kayak TPA gt yah…hihi…

    minta izin nge link yah…

    salam…

    yahhhh… ga asik dunk ke pantainya kemarin, he
    salam kenal…
    makasih dah di link.
    tabik!

  7. Sarah Luna said

    Kalo di suruh milih pantai atau gunung aku lebih milih pantai. Seruuu.. bisa main air. Walau gak bisa berenang. Hahhahhha… Dulu suka bela2in tiap weekend ke pantai sm mantan pacar. Sekarang.. Hikz… hahahhahhaha… Tu pantai di mana siy? Kyknya bersih ya… Karena pantai di sini yg kutemui kotor semua. Gak terawat. Pernah punya pengalaman pas lg di pantai takisung, kita2 mau pulang trus bingung mau buang sampah kemana?? Karena gak ada bak sampah disana. Nah tanya sama penduduk disana “pak..mau buang sampah ini dimana??, Di jawab : “buang aja de disini. Nanti juga kebawa ombak, trus terbawa kelaut juga.” Wuaaaaaaaa……

    ahaaaaaaaaaa, jadi inget mantan nih ceritanya…
    tuh di batakan mbak, tapi yang di ujung, saya nyusur pantai, lo yang biasa mah kotor juga atuh…
    gmn kalau kopdar nanti kita jalan-jalan kepantai…
    wakakakaka
    seru tuh
    tabik!

  8. Rita said

    Met senang-senang deh ya… 😀

    makacih 😉
    he
    tabik!

  9. pantainya kinclong gitu… uhh… pantesan ada yang betah ngelamun disana…
    pas pulang udah “fresh” lagi do..ng??

    wakakakak. itu mah pinter2 saya za nyari view, padahal pantainya juga kotor mas, sayang yah…
    fresh sih, tapi… he
    tabik!

  10. warmorning said

    lelah juga ada akhirnya, dan biasanya hepi ending 🙂

    amiiiiiiiiiiiinnnnn, he
    tabik!

  11. waduh fotonya….
    jadi anak pantai ya? :mrgreen:

    Sama, saya di Bali tiap hari ke pantai.
    abis kantornya punya halaman belakang pantai Sindhu-Sanur 😎

    – – –
    Making my way downtown. Walking fast. Faces pass. And I’m home bound…

    sekali-sekali jadi anak pantai mas…. he 😎

    cieee yang sekarang ada di bali, cihuiiii, oleh2nya yah….

    oh iya, salam buat band favorit saya, SID, you PUnk men! ghokiEl.
    tabik!

  12. Hasan Seru said

    ah senangnya.. kmrn sempat juga ke pantai. Pantai utara…!!! heheee

    cieeeeeeeeeeeeee… selamat, di tunggu report nya, he
    tabik!

  13. alveean said

    wiem, pantai yg al maksud sama ma pantai yg di bilang teh sarah..hehe..
    soalnya bareng sky announcers kmrn..
    oia, al sering liat km di kampus lho.. kt beda jurusan aja..

    nah, urang mun ketemu aku jitak z, nyaman q tau km yg mana…
    kan kita bisa bekawanan…
    tabik!

  14. neng fey said

    kalo kata trinity, selagi muda berpetualanglah, maksudnya selagi bisa, jalan2 aja terus, hiks.. ikut dong kalo mo jalan2

    siippp…
    kita wisata kuliner yuuuuuuu…
    tabik!
    mak NYOS

  15. Relz said

    Wah Pantai…. *bling bling* Jadi kangen mau ke Pantai lg. Rel jg demen banget maen di Pantai >,< Itu di Pantai mana?

    siiip, aku juga suka pantai, banget..
    itu di kalimantan, di batakan…
    tabik!

  16. Anang said

    Cara membuat domain dan hosting gratis :
    http://akujoker.wordpress.com

  17. juplex said

    Intinya siyy…
    refreshing itu mantep euy!
    ^^
    tabik!

    hayuk kita jalan-jalan, heeeeeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: