POLISI GOBLOG ITU…

25 Juni 2008

MasyaAllah, anda memperhatikan televisi. Menyimak berita tentang demo yang rusuh di gedung DPR. Dan apakah anda melihat polisigoblogtidakpunyahati (PGTPH) yang menambrak seorang demontrans dengan mobil. Ya! Menabrak sampai berita terakhir mahasiswa yang ditabrak menderita patah tulang disana-sini (sabar yang saudaraku).

saya jadi teringat pusisinya Rendra

KESAKSIAN

.. aku mendengar suara
jerit hewan yang terluka
ada orang memanah rembulan
ada anak burung jatuh dari sangkarnya.

orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan dapat terjaga ..

Saya sangat marah, sangat, sangat. Bagaimana ini, penegak hukum tetapi kelakuan mereka seperti preman. Inilah mungkin akibatnya dari penerimaan polisi yang tidak tranparan, penuh kecurangan.

Dengan tegas saya nyatakan bahwa PGTPH tersebut harus dihukum demi kemanusiaan. Tidak ada pengecualian, dikeluarkan dari kesatuan adalah kewajiban pimpinannya.

Apa PGTPH tersebut tidak punya perasaan atau mungkin hatinya telah mati dan beku. Apa dia tidak punya pikiran bagaimana jika yang ditabrak adalah anak atau keluarganya. Bagaimana hancur hati orang tua dari mahasiswa yang ditabrak PGTPH tersebut. Mahasiswa tersebut mungkin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, namun hukuman terhadap pelanggaran tersebut bukan berarti ditabrak dan kemudian lari kan. Enak sekali kalau begitu, membahayakan nyawa orang (membunuh) lalu pergi tanpa tanggung jawab. Bangsa apa kita kalau tidak menghargai nyawa manusia, bangsa paling feodal saja masih mempunyai penghargaan terhadap hak hidup meskipun tidak seperti sekarang.

Saya belum melihat reaksi petinggi negara ini terhadap insiden ini, kita lihat sa. Dan jika para penguasa negri ini hanya mesem-mesem saja, maka kali harus ada gerakan, mau tidak mau.

Kabar yang saya dapat dari rumah sebelah bahwa mahasiswa yang bernama arfi tersebut terpental 5 meter ke arah trotoar jalan. Belakangan diketahui bahwa mahasiswa tersebut berasal dari IAIN Jambi, dan kabarnya arfi hanya menonton demo tersebut, entah benar atau tidak yang pasti tindakan biadab PGTPH tersebut harus ditindaklanjuti.

Sampai saat ini arfi masih tidak sadarkan diri di IGD RS Jakarta. Bela sungkawa saya terhadapa matinya nurani penegak hukum di Indonesia.

Lo ada videonya tolong minta, bagus sekali. Buat referensi bahwa Negara kita sedang tidak beres, karena di Negara lain tidak ada,di video itu sangat jelas bahwa hal itu DISENGAJA.

Jabat erat dan tabik!

Iklan

34 Tanggapan to “POLISI GOBLOG ITU…”

  1. semoga kebenaran di tegak kan!
    Teman saya pulang sampai macet, demo boleh tapi harusnya damai

    semoga…
    damai itu jauh lebih baik bagi hidup dan kehidupan…
    tabik!

  2. SHALEH said

    Jangan hanya menyalahkan polisi dalam setiap kekerasan unjuk rasa… mahasiswapun juga bersalah. kenapa setiap demo selalu memaki, menghujat bahkan melakukan tindak anarkis padahal polisi juga manusia dan mereka punya perasaan…Jangan salahkan mereka ketika mereka bertindak agresif.

    Selain itu, kenapa sich mahasiswa ketika demo selalu berteriak atas nama rakyat…Apa mereka udah dapat ijin dari rakyat untuk menghancurkan fasilitas yang telah mereka bayar lewat pajak.

    Sesekali berteriakLah atas nama mahasiswa… Apa kalian sudah merasa senang dengan fasilitas kampus yang ada, sudah sepadankah yang diberikan kampus pada kalian dengan SPP yang dibayar…

    Ijinkah kalian berdemo dengan orang tua kalian yang telah bersusah payah membiayai kalian (bahkan ada yang menjual sawah mereka) dengan harapan menjadi mahasiswa yang rajin namun ternyata anaknya malah masuk rumah sakit karena berdemo.

    huhhh… gila panjang juga kata2Ku tapi kenapa kaya orang yang protes ya… Ya udah kalo mau demo itu harus damai jangan bersifat anarki.

    tulisan saya di atas tidak menyoroti mahasiswa, tetapi polisi yang melakukan tindakan biadab itu… apakah anda setuju melihat hal tersebut, apakah dalam kejadian ini anda sudah melihat videonya dan berkesimpulan hal itu tidak disengaja,,, saya kehilangan kata-kata ketika ada orang yang merampas hak hidup orang lain mengatasnamakan jabatan, polisi itu penjahat berseragam, diakui atau tidak…
    mmmm… tanpa kekerasan, saya punya logika lain. anda belajar sejarah, ya pastinya, sebutkan perubahan yang terjadi di negara kita yang tanpa kekerasan, pergerakan tahun ’66, ’98 atau yang lain…
    kenapa pake kekerasan, karena demo yang diam hanya angin lalu bagi pemerintahan kita, tidak pesismis namun perjuangan itu perlu pengorbanan bung! kalau takut berkorban jagan berjuang…
    atas nama rakyat?
    saya tanya, APAKAH PEMERINTAH MENGELUARKAN KEBIJAKAN KENAIKAN BBM JUGA ATAS NAMA RAKYAT, APAKAH PEMERINTAH MELAKUKAN HAL ITU SUDAH DAPAT KATA IYA DARI RAKYAT?
    bijaklah…
    bagi kawan-kawan mahasiswa mungkin kita sama-sama sudah menyadari
    “harus ada 1-2 yang mati dulu baru terjadi perubahan, sejarah sudah membuktikan hal itu”
    terkesan sentimentil dan idealis yah, tapi begitulah…
    tabik!

  3. SHALEH said

    Berarti anda memandang dari 1 sisi tanpa ingin melihat sisi lain yaitu polisi yang juga terluka akibat lemparan batu mahasiswa padahal mereka hanya melaksanakan tugas.

    Memang pemerintah juga salah mengatasnamakan rakyat namun secara hak, mereka berhak karena pemerintah berdiri dan dipilih oleh rakyat (pemilihan langsung) namun mahasiswa (yang juga rakyat, apa menyesal telah memilih)… Itulah pilihan kalian ketika pemilu, jangan menghujat namun berilah bukti bahwa kalian juga punya karya untuk membangun bangsa bukan hanya berdemo tunjukkan karyamu.

    Banggakah kita dengan perubahan yang dilakukan dengan kekerasan bahkan sampai kematian… Tidak (bahkan aku benci kekerasan)… kalo mau berubah harus melakukan kekerasan dulu maka bukannya berubah tapi kita menanamkan rasa itu (kekerasan) agar dilakukan setiap kali ingin berubah.

    STOP KEKERASAN DAN ANARKI

    …sisi yang lain, boleh juga…
    mmm mengenai menyesal memilih, harusnya ada berfikir dulu. Pasangan pejabat yang naik janjinya waktu kampanye apa? tidak akan menaikkan BBM, bla..bla…bla…
    apa salah kita menuntu janji pemimpin kepada kita, masalah pake jalan kekerasan atau damai ya tergantung masing-masing.
    Sepertinya kita berbeda persepsi, tapi itu sah-sah saja…
    polisi itu baik kok, makanya dalam tulisan saya itu saya tidak menyebut polisi saja, tetapi PGTPH.

  4. diarypuan said

    saya pernah ditilang polisi, saya pernah dimarahin polisi (gara-gara istrinya adalah mantan pacar spupu saya- nyambung gak seeeh ?!), saya selalu dibantu polisi setiap aksi di jalan, saya bahkan merasa aman kalo ada polisi kalo ngambil uang pas di atm/ or ke bank. Dan 2 adik ipar saya adalah juga polisi.
    Teman, untuk sebuah aksi atau banyak aksi… apakah sudah anda ijin ? selama kami aksi yang kami koarkan adalah menentang kebijakan zalim pemerintah. Polisi dimana-mana. Tapi kami merasa tenang.. karena kami (semoga selalu) dilindungi Al-Khalik dalam tiap nafas, gerak, koar dan langkah kami. Kami senang secara langsung bisa mengajak para bapak, mas dan adek** dari kepolisian tiap kami aksi.
    JAngan-jangan selama ini -kalian mahasiswa ditunggangi isme provokasi yang aneh- hingga selalu menantang perangkat keamanan bagi rakyat dan negara, padahal mereka juga adalah rakyat. Korban neo-liberalisme juga. Sesama korban harus sama-sama berjuang…

    realistis saja lah…
    saya yakin banyak polisi yang baik, namun tulisan saya di atas lebih kepada Penabrakan itu mas, bukan yang lain, ya kalau mau menabrak mbok ya permisi dulu, ato setelah ditabrak ya dibawa kerumah sakit kek, biar kelihatan bertanggung jawab gitu…
    iya sih aksi damai, saya dukung itu, hidup aksi damai…
    eh tapi yang dulu-dulu gimana? nah lho jadi melebar…
    tabik!

  5. ahsani taqwiem said

    untuk berita terlengkap silahkan klik

    http://abasosay.wordpress.com/2008/06/25/update-tabrak-lari/

    tabik!

  6. arroyani said

    intinya, soleh bilang kalau mahaisswa tidak boleh demo, gak boleh berorganisasi. mahasiswa tugasnya kuliah. sholeh adalah penganut kalla sejati

    sip, mungkin shaleh lebih senang damai saja, kita di injak-injak negara asing ya nrimo saja, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat kita diam saja, pokoknya diam sajalah menurutnya yang terbaik… he
    tabik!

  7. awisawisan said

    iya…
    awis jg ngeliat,,
    ngeriin iihhh…

    ngeri yah, orang yang punya rasa kemanusiaan pasti merasakan hal yang sama. kecuali orang yang hatinya sudah beke dan mati…
    tabik!

  8. !nov said

    @SHALEH: heh SHALEH,,
    yang jelas polisi udah nabrak orang,,
    RASAIN AJA KALO POLISI DIHAJAR MAHASISWA,
    MATI AJA!!!!
    wkwkwkwkwkwkwk,,,

    polisi,, mereka BEGO! betul mas,, polisi itu BEGO!!!
    polisi menindas rakyat,,
    temenku aja pernah ditendang motornya, pas itu di lampu merah, polisinya malah nerobos lampu merah,,,
    geblek!

    BANTAI POLISI!
    POLISI MUSUH KITA!

    sip, semoga ke-begoa-an polisi tidak kita balas dengan ke-bego-an kita, betul tidak…
    tabik!

  9. Fikar said

    itu semua hanya Polisi Indonesia :d

    makanya indonesia ga maju-maju, tul tidak…
    tabik!

  10. SHALEH said

    kalo dibaca di beberapa koran.. polisi itu panik hingga ia ketakutan krn mobil2 dibakar dan ia pun tancap gas dan tertabrak.

    Klo boleh berandai-andai… seandainya saat itu polisinya tidak panik dan santai saja dalam mengemudi… apa ada jaminan mobilnya tidak dilempari, dibakar ato malah orangnya yang dihajar.

    sudahLah… kita memang berbeda dalam melihat sesuatu dan perbedaan adalah sebuah rahmat dari Ilahi selama itu masih tidak bertentangan dengan agama.

    Wassalam

    jadi panik nih yang jadi alasan, enak sekali di INDONESIA, kalau kita dalam keadaan panik kita boleh menabrak orang, boleh mukulin orang, bahkan ketika kita panik ternyata kita boleh membunuh orang. luar biasa pendapat anda….
    berandai-andai…
    mmmmmmmmmmm, coba seandainya BBM ga naik, apa mungkin ada mahasiswa yang menjerit dan berdemo, pemerintah juga mestinya mikir, katanya pinter, eh ngambil kebijakan kok ya yg membunug rakyat, tidak ada solusi? BOHONG… ahli ekonomi islam dan ahli-ahli pertambangan punya banyak solusi, penaikan pajak perusahaan asing, ato perjanjina dengan pihak asing di kaji kembali agar tidak menguntungkan pihak asing saja, 40% minyak kita dikuasai asing BUNG! anda tau itu….
    berbeda, ya… dan sebagai manusia saya sedih melihat manusia lain di tabrak dan yang menabrak kemudian lari, memangnya yang ditabrak itu anjing… akui saja kepolisian kita belum terlalu profesional, meskipun ada juga yang baik walaupun segelintir saja…
    tabik!

  11. Assalamu’alaikum w.w.

    Manusia tentu tidak pernah luput dari kesalahan. Kita sebaiknya saling melihat diri kita masing-masing. Jujur, aku turut perihatin atas kejadian itu. Polisi dan mahasiswa harus menampakkan kehalusan dalam hidup.

    Saya salut dengan mahasiwa yang mau membela rakyat. Saya, Saudara, dan yang lainnya selalu terikat dengan sebutan rakyat.

    Ah…! Polisi dari dulu ‘kan sudah dilatih keras, jadi biarkan saja dan hadapi dengan torehan kelembutan hati. Kita ‘kan diperintahkan Allah untuk menyeru hal-hal yang salah dengan kebaikan.

    Coba Saudara renungkan ayat 125 dari surat Annahl ini, “Ud’u ila sabili rabbika bilhikmati wal mauidzati hasanati wa jadilhum billati hiya ahsan!” Artinya Serulah manusia ke Jalan Allah dengan jalan hikmah (dengan dalil yang kuat) dan dengan pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan baik!

    Teruslah berbuat untuk kebaikan rakyat Adikku…!

    wss…
    luar biasa mas. semoga mereka juga mengerti kalau kita diam bukan berarti kita tidak ingin perubahan. tetapi kalau kita seru dan juga tidak berubah.. maka apa yang harus kita lakukan mas?
    tabik!

  12. Pakacil said

    dalam sebuah aksi yg melibatkan massa dan isu yang mudah membakar, maka akan sangat sulit melakukan kontrol psikologi massa, karena sudah menjadi satu.

    Aku lebih dapat mencoba mengerti peristiwa kali ini dari pada peristiwa yang kusaksikan dengan mata kepala sendiri pada tahun 98 dulu, bagaimana sebuah mobil (water cannon) milik aparat menerobos kerumunan mahasiswa secara SENGAJA. Sungguh, itu yang sangat tak mampu ku mengerti.
    😦

    begitulah mas, terkadang kita tidak mampun mengerti bahwa kejahatan ternyata di lakukan oleh orang yang semestinya mencegah kejahata, kepolisian kita masih belum profesional, saya iri liat polisi di negara lain…
    tabik!

  13. brimob resimen said

    berarti sampeyan gan lihat sendiri tuh….
    dah jelas mahasiswa itu dengan gagahnya berdiri di tengah jalan, bawa tongkat dan mau mecahin kaca mobil patroli polisi.
    jadi ketahuan sekarang mana yang goblok…

    liat, oke polisi itu memang menabrak, tetapi sebagai manusia yang punya hati sebaiknya kan dibawa dulu kerumah sakit, jangan lari begitu saja… PENGECUT namanya, kayu di lawan pake peluru, tolol…
    anda ingat, anda di gaji dari keringat rakyat, dan ingat, mungkin keadilan tidak bisa terbukti disini, tetapi tuhan tau, mana yang punya hati nurani mana yang tidak…
    tabik!

  14. Rio Ap said

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Yang bener yang mana sih kemarin tuh?
    Polisi gebuk2 mahasiswa UNAS sampe tewas.
    Tewas kena aids katanya mungkin di Sel itu banyak tersebar penyakit AIDS.

    Ada polisi yang mati ga???

    Klo mahasiswa yang mo dibunuh lagi sih ada lagi (tuh yang ditabrak). Saya liat liputannya di Trans TV klo ga salah tuh.

    Lah tapi Demonya kemarin kayak ada yang nyusupin gitu entah intel atau polisi juga yang nyusupin. Kayak kasus akkbb (jangan ditulis pake huruf gede, NAJIS) ada intel bawa polisi itu yang topi merah.
    ati-ati klo demo2an sekarang.

    yang bener yang mana???

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    berita terakhir terbukti bahwa yang bikin rusuh bukan mahasiswa , tetapi orang-orang yang tidak sama sekali ada sangkut-pautnya dengan demo hari itu. ya kalau soal polisi ingin bunuh mahasiswa mah banyak, sejak dulu juga banyak, berapa banyak mahasiswa yang tidak balik kerumahnya, ilang di tengah jalan, karena mereka punya pemikiran kritis akan bangsanya…
    tabik!

  15. zulfaisalputera said

    Setidaknya ada kearifan untuk memahami sebuah persoalan. Jika kita kembali kepada peran dan fungsi masing-masing, mahasiswa sebagai agent of change dan polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, maka tidak akan terjadi peristiwa yang dianggap sebagian orang memilukan.

    Tak ada asap bila tak ada api.

    Jika sebuah ketidaksetujuan terhadap sebuah perubahan disampaikan dengan santun dan tepat sasaran, maka tidak akan ada sikap destruktif dan anarkis. Jika maksudnya untuk membela kepentingan rakyat, maka tidak akan ada tindakan menghancur dan merusak fasilitas umum dan khusus yang dipergunakan rakyat. Apa hubungannya pagar DPR, pagar jalan tol, mobil plat merah, pos polisi dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM? Hanya orang yang hilang akalah yang membuat relasi antara kedua hal itu. Maka, jika mahasiswa menganggap dirinya kaum intelektual, maka cara dan gaya pun seharusnya intelektual.

    Adapun polisi sebagai bagian dari pelindung (kepentingan) masyarakat tentu harus berada di titik depan jika ada pihak-pihak yang membahayakan kepentingan msyarakat umum. Dalam psikologis massa saat kerusuhan, maka polisi juga manusia yang bisa bertindak emosional ketika wibawa dan lambang-lambang kesatuannya dihujat dan diinjak-injak. Tidak salah jika pada satu kesempatan polisi bertindak di luar batas kewajaran pada situasi untuk membela diri dari kerumunan massa yang tak punya akal sehat.

    Kasus polisi tabrak mahasiswa harus dilihat proses kejadian sebelumnya. Jika jalan raya sebagai tempat lalu lalangnya kendaraan bermotor ditempati oleh kerumunan orang (bukan alat transportasi) dengan tampang dan gaya yang menakutkan, maka lewat mana lagi para pengendara motor (termasuk polisi yang berkendaraan) harus jalan.

    Semoga kita makin cerdas melihat sebuah persoalan dan tidak ikut-ikut anarkis, termasuk dalam ucapan!

    Tabik!

    semoga pak, kita semakin cerdas menyikapi persoalan…
    saya hanya sedih melihat rasa kemanusiaan yang mulai luntur, oke mahasiswa yang salah, namun setelah puas di tabrak ya dibwa donk kerumah sakit, sesalah-salahnya orang semestinya kita juga harus bijak dan peduli,,,
    tabik!

  16. Menik said

    yuk kita berpikir dengan kepala dingin 🙂

    Jangan emosi berlebihan…

    Polisi dan Mahasiswa juga manusia …

    Seharusnya mereka bisa bekerja sama…

    Tidak akan terjadi agresi yg berlebihan bila tidak ada yg memicu.

    Mahasiswa harus bisa mewaspadai para provokator yg pasti “nyempil” di barisannya.

    Maju Indonesia…

    Ayo generasi penerus… Tunjukkan kualitas kita 🙂

    luar biasa bu, pendapat bijak seperi inilah yang sebenarnya mahasiswa butuhkan, kesucian perjuangan harus bisa kita jaga dari politik kepentingan…
    tabik!

  17. weibullgamma said

    Cukup memprihatinkan….tapi klo sampe anarkis gitu yang demo, ngeri juga ngeliatnya…….pak polisinya pun ga bisa dikatakan benar juga….jadi bingung…
    semoga terdapat penyelesaian yang menguntungkan semua pihak dari permasalahan ini…

    benar, semoga saja ada solusi cerdas tehadap masalah pelik bangsa ini…
    tabik!

  18. mungkin karena kamu seorang mahasiswa, jadi pembelaan berat kepada si mahasiswa yang ditabrak itu.
    tapi ada pemikiran kalo kamu jadi polisinya ndak?

    benar juga, tetapi saya melihat kejadian itu sebagai seorang manusia yang punya hati nurani saja ko…
    kalau saya yang jadi polisi, insyaALLAH saya akn tolong orang yang saya tabrak, karena saya bukan binatang dan juga bukan pecundang…
    tabik!

  19. TAMBAL BAN-jar said

    lapor…!!!!…bengkel saya digusur satpol pp…(polisi jg kan tuh)

    berdoa saja, suatu saat keadilan juga akan di tegakkan.
    tabik!

  20. melek said

    mungkinkah polisi dan mahasiswa sedang di adu?
    sementara pemerintah tetap menaikan BBM!
    Woi mahasiswa
    Woi Polisi
    kalian hanyalah bidak dalam permainan politik!

    terbukti, yang melakukan pengrusakan itu bukan mahasiswa…
    tabik!

  21. Sabar yaa Andonesy…
    Tindakan yang semena-mena janganlah dibalas dengan hal yang sama.
    Karena tidak akan tercipta yang namanya kedamaian itu kalo pihak-pihak yang ada terus memendam dendam.

    Kalaulah polisi bersikap seperti itu, mungkin sudah prosedurnya apabila mengahadapi aksi demonstrasi anarkis.
    Meskipun polisi juga salah.

    Untuk teman-teman mahasiswa.
    Janganlah kalian berdemonstrasi secara anarkis.

    saya dukung…
    tabik!
    Tidak akan selesai suatu masalah apabila dibalas dengan kekerasan, malah akan semakin parah.
    Ayo, yang tertib demonya.
    Adakan aksi damai.
    Rakyat lebih membutuhkan aksi nyata.
    Bukan demonstrasi kita pada penguasa.

    Ayo kita bantu rakyat yang kekurangan 😉

  22. Polisi sepertinya sudah jadi alat negara untuk menjaga sosialisasi peraturan2nya, sementara rakyat berjuang sendirian gak ada yg dengerin.

    Kalo kebijakan pemerintah pro-rakyat, sampe mati juga bakal dibela dan dituruti habis2an.

    Lha ini??? Lama2 bisa revolusi kalo gak diurusin lho. Ya entah disusupi lah, kudeta lah, dll lah.

    suatu saat kalau akan dibiarkan rakyat akan marah, saya yakin itu.
    tabik!

  23. taufik79 said

    polisi juga manusia (sama seperti kita),mari kita bijak melihat setiap masalah, mahasiswa juga harus cerdas, saya dukung aksi damai kawan2 mahasiswa, jangan ada anarki! sudah cukup ibu pertiwi menyaksikan anak2 bangsanya dizhalimi…

    hiks… saya terharu, semoga perjuangan mahasiswa yang bersih suatu saat akan akan mencapai hasilnya.
    amin.
    tabik!

  24. polisi itu pantasnya masuk surga atau neraka”””””’

    kita liat saja…
    biarlah yang di atas sana yang memutuskan…
    tabik!

  25. chic said

    yaaah itu lah gambaran lain dari melencengnya pengertian azaz mufakat sekarang…

    atau mufakat sendiri sudah tidak punya pengertian lagi?
    *mau mengusulkan menghapus kata mufakat di Kamus Besar Bahasa Indonesia*

    mereka yang di atas sudah lupa mbak, bahwa yang mereka duduki adalah sebuah amanat…
    semoga mereka di ingatkan…
    tabik!

  26. Relz said

    Mau liat donk klw ada filmnya.. Rel cari di you tube ga nemu >,,< Sabar buuu..

    sama, aku juga nyari,,,,
    tabik!

  27. ahhhhhhh
    sedih sekali mendengar polisi seperti itu…
    negeri ini sudah amat hancur sekali 😦

    itu baru yang kelihatan mas…
    sabar saja…
    mereka masih belum sadar, hidup cuma sementara…
    tabik!

  28. Roganda said

    IKUTI ATURAN MAIN. PATUHLAH PADA HUKUM..! JANGAN MEMBENARKAN TINDAKAN SENDIRI ATAS NAMA MAHASISWA. Bukan anda saja yang mahasiswa, banyak polisi telah lebih dulu duduk di kampus untuk belajar dengan baik dan benar. Bukan belajar jadi perusuh seperti kebanyakan mahasiswa sekarang ini. Kembali belajar..Kembali ke Kampus..agar kita maju. Jangan hanya berkoar di mulut, protes sana-sini tanpa solusi. Thanks

    MAAF MAS, KALI INI ANDA SALAH, SAYA TIDAK SETUJU DENGAN MAS. MAHASISWA PUNYA SOCIAL RESPONSIBILITY, TANGGUNG JAWAB SOSIAL TERHADAP BANGSANYA. MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG PUNYA NIAT TULUS UNTUK MELURUSKAN APA YANG BENAR-BENAR SUDAH BENGKOK, INGAT BUNG! REFORMASI YANG ANDA NIKMATI ITU HASIL DARAH PARA MAHASISWA…
    ANDA JANGAN MENYURUH MAHASISWA HANYA BELAJAR DAN BELAJAR, ITU AKAN MEMBUNUH BANGSA INI PERLAHAN2, ILMU YANG DI PELAJARI CUMA 25% YANG DI PAKAI, SISANYA ADALAH APLIKASI DAN MORAL…
    ANDA BILANG MAHASISWA TIDAK PUNYA SOLUSI, ANDA SALAH, PEMERINTAH TIDAK PUNYA SOLUSI UNTUK MENCEGAH KENAIKAN BBM. SAUA TEGASKAN. KAMI PARA MAHASISWA PUNYA. DAN KAMI SIAP JIKA DITUNJUK UNTUK MELAKUKAN ITU, KURANG APA SOLUSI YANG DI BERIKAN PARA MAHASISWA UI, PARA AHLI EKONOMI MUDA, NAMUN SAYA, PEMERINTAH TIDAK DEWASA, MEREKA TIDAK MAU MENDENGARKAN DAN HANYA MAU MENANG SENDIRI DENGAN SOLUSI YANG TIDAK CERDAS SAMA SEKALI. DEMIKIAN.
    TABIK!
    HIDUP MAHASISWA!

  29. Rita said

    Saya tidak membenarkan aparat yang telah melakukan tidakan semena2, juga tidak setuju kalau mahasisswa melakukan tidak arogan saat berdemo 🙂
    Masing-masing pihak harus introspeksi diri, kenali diri, menyadari kapasitas masing2…
    Ahirnya kita menunggu masalah demi masalah terselesaikan….

    saya setuju, dan kapasitas mahasiswa sebagai oposisi pemerintahan harus di jaga dari politik kepentingan yang mamapu merusak perjuangan…
    tabik!

  30. diarypuan said

    uy, dink, aku binian napa dikiau mas …

    hehehe, kesalahan prosedur mbak, afwan.
    tabik!

  31. blogsainulh said

    Polisi go blog? Ya biarian saja. Boleh kan? sebagaimana kita reme-rame go blog kenapa polisi nggak boleh go blog? hidup go blogger! hehehe

    koment yang penuh ambiguitas…
    mmmmmmmmmm, he

  32. aku udah janji sama kamu. kamu punya hak untuk menagihnya. bawa copy buktinya ya. selamat.

    buktinya, emmmmm baiklah, hehehe, honor pertama dari menulis deh kalau saya jadi dapet dari bapak. wakakakakak

  33. Ifan said

    Emang polisi selalu menampakan kekuasanya,semena mena memperlakukan orang,padahal tugas polisi sbg pengayom masyrkat,kok mlah nyktin gitu,shrusny polisi bisa ajak buat bermusyawarah buat nyelesain masalah,jangan sama sama keras,tks

  34. hmmmm said

    apa mahasiswa juga peduli dengan polisi yang mereka bunuh? dengan keluarga yang di tinggalkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: