SEPATAH KISAH TAK TUNTAS

21 Juni 2008

Aku sedang bingung ingin menulis apa malam ini, mungkin karena keadaan ku yang memang selalu labil. Entah kenapa selalu saja ada firasat yang membuat aku merasa sangat butuh seseorang untuk berbagi, sangat butuh bercerita, sangat butuh tidak sendiri setidaknya tidak untuk malam ini. Mungkin inilah fitrah manusia, tidak bias hidup tanpa orang lain meski terkadang kita begitu jumawa berkata bahwa kita bias tanpa siapa-siapa, membohongi nurani. Firasat yang aku sendiri begitu sulit untuk mengartikannya, bukankah firasat menurut sebagian orang adalah sebuah pertanda. Aku percaya hal itu, tetapi tidak sepenuhnya, namun aku percaya bahwa ada sebuah pesan dari firasat yang kita rasakan.

Aku begitu gelisah, begitu akut. Sudah sejak lama aku terpikir tentang hidup, namun semuanya terkadang larut dengan setumpuk kerja dari satu putaran waktu. Malam ini aku merasa benar-benar tidak mampu sendiri, meski air mata terus saja coba menghiburku, nyatanya retak di hatiku tetap sama, tetap terasa hampa.

Aku memang terkadang dikekelilingi sunyi, tetapi entah ada apa malam ini aku begitu berharap ada yang menggoda sinyal handphone bututku untuk setidaknya berbunyi walaupun sangat tidak merdu jika diresapi, setidaknya jika Hp ku berbunyi aku sedikit teryakinkan diseberang sana ada orang yang ingat dengan keberadaanku. Dan setelah jika memang ada yang menghubungi maka aku akan mengajaknya bertukar pesan hingga larut malam, mengusir suntuk. Sayangnya tidak ada seorang pun yang salah pencet nomor masuk ke handphoneku, ia dingin, tergeletak begitu saja.

Benar ternyata, bahwa hidup itu pilihan. Namun akan lain ceritanya ketika manusianyalah yang dihadapkan pada pilihan yang tidak bisa kita pilih. Aku kadang bertanya apakah saat kira merasa terpuruk, maka di belahan dunia yang lain ada seseorang yang merasakan hal yang sama, masalah yang sama, kalau ada maka mungkin saja kita tidak akan merasa begitu sendiri saat meratap di hening malam.

Akhir-akhir ini aku memang dihadapkan pada beberapa masalah yang menghabiskan persediaan semangat dan bekal senyuman yang telah aku coba kumpulkan beberapa waktu lamanya. Semua terkuras, aku berdoa masih ada sisa semangat untuk beberapa hari ke depan, aku perlu itu.

Hhh… (berulang kali aku mehela nafas )

Sepertinya postingan tanpa makna ini harus segera disudahi. Biar kalo ada yang baca tidak muntah dan merasa sudah salah membaca kisah tentang seseorang yang kalah.

jabat erat dan tabik!

Iklan

7 Tanggapan to “SEPATAH KISAH TAK TUNTAS”

  1. suhadinet said

    Nah..sekarang kamu sudah membagi itu kan?
    Walau mungkin tak banyak.
    Yuk mulai tersenyum lagi..

    🙂
    terima kasih mas…
    semangat!

  2. juplex said

    wOW..keren..smpe ga ngerti mksdnya-,-

    bnr2 pny tingkat bhs yg tinggi..

    mgkn krn bnr2 dr kata hati jd cucah di pahami yaaa…-,-”
    ato pemikiranQ yg blm smpe sono yaa..ha8!^^

    ahhh mas bisa aza…
    ko ga ada url blog nya, ditulis dunk…
    makasih dah mampir…
    tabik!

  3. juplex said

    Gmn mank caranya ngasi URL blog nya..?

    maap..ga tll ngerti soal bLog benernya^^”)

    -nAnNo-

    liat di tentang penulis…
    dah tau kan
    sip,
    tabik!

  4. Ophie said

    Numpang komen ya!
    tulisannya bagus euy…

    makasih banyak…
    silakan mbak…
    tabik!

  5. juplex said

    Ngg…’,’o)
    maci ga tw..
    Habis masuk ke Tetang Penulis
    terus teken apa di mananya..

    jd…,
    ga tabik..ha9=P

  6. dimiati said

    Sampian uarang mana garang ?
    Banjar subalah Mana Neh Hulu kah kuala kah ?
    ampun maaf pang diaku batakun haja pang !

  7. bertha said

    yah.manusia kdg gag bsa hidup tanpa manusia lainnya. rasa ingin dilirik oleh sedikit org,ato berharap ada yg mengingat jg mgkn byk drasakan oleh org lain..tapi,semuanya bisa teratasi jika qt bisa menikmati hidup qt…..+_+ jalani yg menurut qt hampq,tetapi memiliki makna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: