ENTAHLAH…

16 Juni 2008

hhhh…

Satu tarikan nafas panjang membuat tubuhku oleng kembali, memang tidak ada manusia yang lepas dari masalah. Namun pertanyaanku, mengapa aku ditempa masalah yang sedemikian menguras semangat, jujur aku benar-benar merasa letih begini.

Apakah salah jika hidup hanya bersandar pada satu titik, kata hati, lalu membiarkan semuanya terjawab dengan sendirinya. Apa yang bisa ku ucapkan dan kujelaskan… ketika cuma lelah dan terhempas yang kurasakan, pernahkan kau merasa terlupa dan terluka, memang kita bisa saja di atas dan merasa jumawa dengannya, namun sekarang aku merasa sudah jatuh terlalu jauh,

sepertinya sekarang kesendirian kadang tidak menghasilkan apa-apa, atau memang aku tidak pernah mengasilakan apa-apa, aku ingin tidak peduli, tetapi itu menyakiti. aku ingin lari, sejak dulu, tetapi aku bukan orang yang begitu saja bisa pergi,,, aku memang bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, aku sedemikian sadar akan hal itu, tetapi bukan berarti aku bisa diinjak-injak seenaknya…

jenuh dan mengeluh, jujur aku muak dengn semua ini. aku ingin terus belajar berharap meskipun sekarang aku sudah mulai tidak percaya akan itu.

waktu memang bisa menyembuhkan, tetapi tidak melupakan,,,

diam memang bisa menutupi sesuatu, tetapi tidak menyudahinya,,,

ahhhh dahulu,,,

menyenangkan memang melipat-lipat waktu, bermain asa dan bayangan, menyusun embun dan menari di bawah rinai hujan. sudah lama memang aku tidak duduk-duduk diatas reumputan, atau bercengkrama degan ilalang… mungkin cuma kalian yang mengerti kenapa aku begini. kenangan itu…

aku ingin pulang, secepatnya…

sekali lagi aku hanya letih,

sepertinya ada yang harus aku runut dan cari ujungnya, meskipun terlihat semuanya nyaris tak berujung.

ada yang harus aku lakukan, menata lagi sudut-sudut hati yang begitu berantakan.

semoga esok lebih melegakan dari hari ini…

Iklan

12 Tanggapan to “ENTAHLAH…”

  1. SHALEH said

    Kayanya masalah berbau hati… Aku ga ikut akh… Kabur

    kalo ketemu ta jitak, kok kabur sihhhh,, huuuuu
    tabik!

  2. TAMBAL BAN said

    entahlah knapa nasib saya begini…cuma jadi tukang tambal..

    tanpa abang motor saya mungkin ga bisa di tambal, tiap orang punya tugasnya masing-masing bang… keep fighting…
    jabat erat dan tabik!

  3. gunawanwe said

    keep on smiling..!
    🙂
    and laughing
    😀

    sedang saya coba belajar tertawa dalam luka…
    tabik!

  4. ngodod said

    bukan melupakan…
    hanya menimbunnya dengan kenangan baru…

    begitulah,,,, namun tanah timbuna itu akan menoreh luka baru kalau tidak segera di timbun lagi, begitu seterusnya, sampai kapan….
    tabik!

  5. melupakan …

    seperti menuangkan jeruk manis di cangkir bekas kopi pahit.
    bagaimanapun akan tetap terasa pahitnya
    ….
    Mungkin akan berbeda jikalau gelas yang dipakai beda .. mungkin berbeda

    saya belum bisa menemukan gelas baru di tengah gelas-gelas kenangan yag terserak…
    tabik!

  6. Emm…. Aku juga pernah merasakan seperti itu, tapi aku mencoba untuk menikmatinya saja… Karena semuanya bukan untuk dihindari, melainkan dihadapi dan dipecahkan… Aku yakin kamu pasti mendapatkan jawaban yang sebenar2nya… Tetap semangat!!!

    semangat, makasih…
    tabik!

  7. Huhuhu… 😥 *Terharu sambil mengusap air mata*

    saya curiga anda terharu karena sudah ngantuk kelamaan di depan kompi, hiiiiiii….
    tabik!

  8. azkaa,, said

    kalo gitu, ikut MLM baru di blog saya yuu? MLM tanpa biaya tentang kebahagiaan.. ^^

    seperti jua doamu waktu itu, aku juga mendoakan kebahagiaanmu..

    kita saling mendoakan kak…
    tabik!

  9. itikkecil said

    bukan melupakan, tapi berusaha berdamai dengan kenyataan 😉

    semoga kenyataannya mau mbak berdamai dengan saya, abiz dari kemarin kenyataannya ngambek terus…
    he
    jabat erat dan tabik!

  10. Rita said

    Hmmm kalo berhubungan dengan hati,,,,, pasti ruwetttt deh urusannya 🙂
    Tetapi satu hal yg kutahu, seburuk apapun pengalaman yg telah kita jalani, itu adalah tempaan yg memang harus dilalui untuk mencapai pendewasaan…Sejatinya Semakin keras hidup yg dilalui membuat diri kita makin kokoh (tahan banting) dan berujung pada hidup yg berkualitas, amien….
    Oya, blognya dah gw link ya….

    Jabat erat dan tabik juga

    makasih ya mbak sudah di link…
    iyah, pendewasaan pada diri saya mungkin masih jauh dari tahapan normal (ga nyambung yah)
    jabat erat dan tabik!

  11. tetap sabar dan ikhlas menjalani segala cobaa, wym 🙂

    makasih doanya…
    abang juga semangat yah!
    tabik!

  12. […] saja. Putuskan sendiri jalan hidup yang akan membawa kita pada kebahagiaan dunia akhirat. Egois? Entahlah. Namun saya bersikukuh setiap orang punya hak untuk bahagia. Saya akan menjadi orang yang […]

    mmm… ko pake ginian kak…
    tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: