LET THE DEAD BE DEAD

9 Juni 2008

Saya bingung ingin menulis apa malam ini, diantara kelelahan yang begitu akut saya tetap memaksakan menulis disaat raja malam mencapai puncaknya, ketika orang-orang terlelap dan asyik bercengkrama dengan mimpinya masing-masing. Saya ingin memulai tulisan saya dengan sebait lagu dari band asal Jogjakarta, SO7, berhenti berharap…

Aku pulang

Kusalutkan kemenanganmu

Tanpa beban

Kuterima kekalahanku

Aku pulang

Tanpa dendam

Tidak ada maksud apa-apa dengan mencoretkan lagu itu di awal tulisan kali ini, mungkin hanya untuk mendramatisir keadaan yang sebenarnya biasa saja bagi orang lain atau memang sedari awal menulis saya memutar lagu slow itu, entahlah…

Oh iya, mungkin bagi kawan-kawan yang sudah membaca catatan saya tentang tersesatnya blog saya ke zona finalis Speedy Competition Kalimantan Selatan maka akan saya laporkan sedikit mengenai hari ini, hari Final itu digeber (dari sudut pandang saya tentu saja).

Saya berangkat pukul sembilan pagi, karena satu jam adalah waktu yang mutlak bagi saya untuk mencapai Duta Mall di kota banjarmasin. Saya datang pagi karena mendengar kabar angin bahwa registrasi terakhir harus dilakukan jam sepuluh tidak kurang tidak lebih, padahal hari sebelumnya saat saya mengambil id card dan mengambil undian penentuan sesi lomba, saya mendapatkan porsi lomba di sesi ke IV. Sesi ke IV adalah sesi terakhir yang waktunya dimulai dari pukul 16.30-18.00 WITA. Dari pukul sembilan pagi ke pukul setengah lima soret tentu merupakan waktu yang panjang bagi saya untuk sedikit beristirahat ketika tidak ada pemberitahuan mengenai registasi terakhir tersebut.

Saya tiba tepat waktu seperti yang diminta panitia, pukul 10 pagi teng. Saya agak jarang ke Mall jadi harap maklum ketika nampak ke-sotoy-an saya mencari meja panitia, setelah registrasi eh ternyata yang registrasi baru sedikit, ternyata walaupun saya datang agak siangan sepertinya tidak apa-apa. Di sana ternyata juga degelar berbagai macam acara seperti lomba design web, lomba game, lomba olipiade fisika, ada band, dancer, nyanyi-nyayi dan acara-acara lain. Setelah registrasi wantu menunjukan jam setengah sebelas, saya bingung, benar-benar merasa sendiri dalam keramaian.

Serangkaian acara yang dilaksanakan sangat meriah, dan tentu saja, saya hanya bisa menunggu sesi dimana saya harus bertanding menulis blog yang masih sangat begitu lama (pleonastis). Ditengah penantian yang panjang saya bersama teman (yang baru kenal) yang nicknya anomali makan disana, disebuah resto keren, waw… saya ditraktir, kerena jika tidak dia traktir maka uang jatah saya satu minggu akan habis seperempatnya hanya untuk satu kali makan di mall itu, mahal sekali, hiks… (saya mencatat sejarah, akhirnya saya mencicipi makanan yang namanya keren namun ternyata cuma mi tetapi sedikit lebih gede dan lebih susah buat dipotong-potong, SPAGETI, he)

Waktu berjalan, detak dan detik melukis kertas berjudul waktu dengan cara mereka sendiri. Karena ada peserta yang tidak hadir dan sebagainya, maka saya dinaikkan ke sesi yang ke III oleh panitia. Musik begitu hingar-bingar, padahal saya membawa dua buah buku yang dalam rencana saya akan saya habiskan membacanya dalam waktu senggang menunggu waktu lomba, bagaimana bisa membaca ditengah gaduh yang teramat angkuh, batal rencana saya.

Waktu saya tiba, ngeblog bermodal semangat dan kepercayaan diri yang berlebihan, mungkin hanya ini yang menjadi modal saya berada di tempat itu. Sesi ke III dimulai, bismillah… saya menulis, menulis, berpikir sejenak, menulis, berpikir lagi, dan menulis lagi, bosan, menulis lagi, ingin kebelakang, ditahan dan menulis terus, tersenyum sendiri (diiringi pandangan aneh dari orang-orang disekitar), dan terus saja menulis… Musik masih hingar-bingar, bagaimana bisa konsen dan masyuk menulis jika diiringi musik yang terlampau keras meneriaki telinga saya, hhhh…

Waktu selesai, kerja saya cukupkan, sekarang tinggal menunggu putusan dari langit dan keputusan dewan juri. Kira-kira saat saya selesai masih pukul 15:30 WITA. Setelah itu ada sesi ke IV, saya hanya bisa menuggu dan berharap, menunggu semuanya cepat berakhir dan cepat pulang. Saya berjalan dan berkeliling mall sendiri, memang tidak ada yang aneh untuk saya tuliskan. Mall itu berdiri layaknya sebuah mall, penuh hedonisme dan materialisme, yang jauh dilubuk hati saya, saya tidak terlalu cocok dengan keadaan-keadaan itu, hipokrit.

Menunggu, melamun, menunggu saja, berjalan-jalan, dan menunggu lagi. Tibalah saat pengumuman sekitar pukul 21.00 WITA. 5 jam lebih saya menunggu penguman dan belum terhitung waktu saya menunggu sesi saya bertanding. Bisa dibayangkan betapa akutnya akumulasi kebosanan berpacu begitu cepat dalam otak saya, hhh… saya hanya bisa menarik nafas panjang dan menutup mata.

Panitia membacakan pengumuman para pemenang dan …

Saya tidak menemukan Ahsani taqwiem di dalam list tersebut

Saya kalah dan saya tidak akan menyalahkan atau berkomentar lebih jauh dari ini, tidak ada komentar untuk panitia, kerja bagus karena semua sudah terjadi. Kesalahan memang ada pada saya. Tulisan saya sangat jauh dari bagus, saya masih hijau dan perlu banyak belajar untuk menulis, faktanya saya belum pantas untuk menang.

Saya kalah, itu saja. Tak perlu banyak kata.

***

Saya belajar banyak dari hari itu. Ada beberapa yang bisa saya ceritakan, hal yang mungkin semua blogger tahu dan saya baru saja tahu…

Mungkin mengenai sikap, ssssttt, ini antara kita saja lho ketika kita membaca sebuah tulisan dan dalam tulisannya tergambar rasa bahwa sang penulis itu ramah, hangat dan bersahabat. Jawabannya belum tentu, saya bertemu dengan para penulis yang saya dapat membagi sedikit ilmunya kepada saya yang hina-dina ini secara langsung meskipun sedikit, ternyata saya salah, mereka sebagian dingin, beku, dan tidak terlalu peduli pada anak kemarin sore seperti saya (ato mungkin perasaan saya saja). Keceriaan dalam tulisan ternyata semu pada kenyataan. Sebagai orang yang tidak bisa dan tidak tahu apa-apa saya sungguh ingin dekat dan belajar dengan mereka-mereka yang jauh sudah lebih dulu meramaikan dunia persilatan ini, sayang. Mungkin saya bukan apa-apa dalam tahap ini sehingga, yah, beginilah nasibnya, hehehe.

Oh iya, saya bertemu para guru, sahabat, dan OP loh, OP/orang penting maksudnya, he. Mereka para blogger yang keren dan ternama (ya eyalah ternama, wong mereka punya nama, jayus euy)… ada Harie Insani Putera (sibuk lahhh), Abah Arsyad Indradi (bah, kapan kita menulis puisi sama-sama), Zufaisal Putera (tabik pak, semangat), Shaleh (cieeeh menang nih, hajatannya ditunggu loh), Anomali (makasih traktirannya, tanpa kamu aku ga akan makan di resto high class itu dan ditunggu undangan makan berikutnya, he), Manusia Super (ternyata anda itu nyata, normal lagi, karena yang saya lihat anda begitu antuisias mengabadikan cewek-cewek itu), Pakacil (jabat erat pak, walaupun kita tidak pernah jabat erat dalam kenyataan), Ical (salam kenal walaupun anda tidak kenal saya), dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sapa semuanya, salam batinjakan haja ujar urang banjar tuh. Semoga kalian semua tidak shock dan depresi ketika melihat muka saya yang tidak familiar ini hadir ditengah-tengah lomba itu.

***

Kembali ke masalah kekalahan, benar kata Harie pada bincang-bincang singkat kami bersama anomali dan shaleh, bahwa mendengar sendiri kekalahan kita akan lebih mantap dan lebih afdol rasanya, hihihi.

Maaf yang sebesar-besarnya kepada para fans dan kawan-kawan dikampus, karena saya tidak menang maka makan-makannya kita pending dulu yah. Nanti insyaallah bagaimanapun caranya janji saya akan saya tepati, pegang kata-kata saya.

Saya tidak munafik, saya ingin menang, namun ketika hal itu belum bisa terjadi maka biarlah, mungkin bukan jalannya. Yang penting saya sudah menang bagi diri saya sendiri, dan sudah melakukan apa yang saya bisa dalam lomba itu. Melakukan yang terbaik adalah wajib hukumnya bagi manusia dalam setiap hal, dan mengenai hasilnya kembalikanlah kepada pemilik segala, DIA yang di sana.

Mungkin belum rejeki, atau rejeki saya ditempat lain untuk mensubsitusi semua biaya saat satu hari penuh mengikuti lomba itu.

Saya bergegas pulang kerumah karena sudah hampir jam 10 malam setelah pengumuman itu dibacakan, satu jam menuju rumah dengan hawa dingin yang menggigit kulit, jarak yang tidak bisa dibilang dekat maka saya memacu motor butut saya sesuai kemampuanny, biasa saja malam itu, rembulan masih mengintip dibalik gemintang, remang cahayanya lembut menelusup hati setiap manusia, mengajak halus untuk segera kepembaringan.

Di jalan saya baru merasa sangat kesakitan karena sejak pergi dari rumah pagi tadi saya memanggul ransel lusuh yang beratnya lumayan, yang hampir tidak pernah saya lepaskan dari punggung saya. Sakit sekali, sakit.

Sampai dirumah sekitar pukul 22.30 WITA, mengeluh sakit pada bunda dan untungnya beliau mau mengusapkan minyak yang lumayan panas pada punggung saya yang rapuh dan ringgkih ini, alhamdulillah rasa asakitnya sedikit reda walaupun masih terasa sakit, sampai detik dimana tulisan ini ditulis.

Sepertinya tulisan saya sudah sangat keluar jalur, beginilah hasilnya jika menulis dalam keadaan yang sedemikian lelah dan letih. Badan rasanya remuk dan mata rasanya enggan untuk diajak berkompromi lagi. Waktu sekarang sudah pukul 01.20 WITA, terlampau larut ternyata.

Saya perlu istirahat karena besok harus ke Banjarmasin lagi pagi-pagi untuk kuliah di kampus tercinta. Terima kasih untuk segalanya dan untuk yang membaca tulisan sederhana ini.

Kau ajarkan aku bahagia

Kau ajarkan aku derita

Kau tunjukan aku bahagia

Kau tunjukan aku derita

Kau berikan aku bahagia

Kau berikan aku derita SO7, Berhenti Berharap

Jabat erat dan tabik!

(tulisan ini diposting dengan tertatih dan susah payah lewat akses di Hp pake IM3, Hiks)

Iklan

24 Tanggapan to “LET THE DEAD BE DEAD”

  1. SHALEH said

    “Waktu saya tiba, ngeblog bermodal semangat dan kepercayaan diri yang berlebihan”

    Benarkah kata2 itu… cuma itu ya modalnya apa tidak ada yang lain. Aku menang ya, ga nyadar kayanya. Hahaha.

    mmm… mungkin ada yang lain tetapi tetap tidak bisa merubah apa-apa…
    semoga makin semangat ngeblog karena telah menang…
    jabat erat dan tabik!

  2. Manusia Super (ternyata anda itu nyata, normal lagi, karena yang saya lihat anda begitu antuisias mengabadikan cewek-cewek itu)

    Holoh, saya dianggap ga nyata atau dianggap homok sebenarnya??

    Sedikit bocoran dari para dewan juri yang terhormat itu, menentukan pemenang dari final kategori yang dirimu ikuti itu merupakan yang paling sulit. Tidak seperti kategor lainnya yang pemenangnya didapat dengan mudah, kategori yang dirimu ikuti memiliki marjin nilai yang sangat kecil. Bahkan kalau tidak salah, blogmu sempat masuk urutan kedua pada awal penilaian, namun karena ada pertimbangan lain seperti faktor kegantengan misalnya maka terpaksa harus ada yang kalah.

    Tapi sumpah, blog dan tulisanmu itu dahsyat bro!

    Sampai ketemu lagi lah…

    hehehe, cuma bercanda mas, iyah, ga papa… let the dead be dead kan judul potingan saya itu, he,
    senang bisa berkenalan dengan mas… mungkin saya dangat tidak ganteng jadi ga menang, makasih atas semangatnya mas…
    samapai ketemu lagi…
    jabat erat dan tabik!

  3. weibullgamma said

    Sebuah pembukaan yang langsung menyiratkan pada inti permasalahan…..

    Akhirnya report-nya keluar jg….

    Menjadi seorang finalis saja itu sudah merupakan suatu prestasi…….

    Masih banyak kesempatan2 lain yang bisa dilakukan untuk mengukir prestasi dalam berkarya…….

    Keep writing…!!!

    mengenai sikap dingin…saya kurang tahu jg…tapi berdasarkan pengalaman dengan blogger sesama mhssw ipb alhamdulillah kesannya cukup baik….meskipun kemampuan saya dalam ngeblog sangat jauh dibandingkan mereka2..(maklumlah gaptek dan dari kampung…he he he..), tetapi mereka cukup ramah dan bersahabat

    YUpz..saya mau ngumpulin tugas dahulu….semalam saya tidur jam 3 bwt ngerjain tugas….skrg saatnya mengumpulkan setelah itu beristirahat..

    jabat erat dan tabik!!…:)

    iyah, makasih atas komentar-komentar mas yang selalu mencoba mengajak saya bijak dalam memandang semua, sekali lagi makasih mas…
    masih banyak cara lain untuk berprestasi, dan tetap semangat menulis…
    semangat yah ngumpulin tugasnya…
    jabat erat dan tabik!

  4. anu lagi, kalau ternyata saya yang dianggap blogger keren dingin di atas, saya minta maaph *kegeeran sendiri* Sibuk banget soalnya, itu si mba-mbak baju merah nolak ajakan makan malam saya terus…

    bukan mas kok, saya ga menuju ke satu orang kok, hehehehe
    oh iya, mbak yang baju merah itu yah… mmmm, *ini rahasia* sepertinya dia berharap saya yang mengajaknya karena beberapa kali tertangkap kamera dia menatap saya, jadi terbukti saya labih ganteng dari mas, zzzzz, kaburrr…
    he…

  5. arifiani said

    Tahun depan masih ada, tapi mengutip kata Anas (kalimantanku) yang juga nguti dari orang blog hanya untuk dinikmati bukan di lombakan, so nikmati saja, kalah menang keberuntungan, apalagi masuk final aja banyak yang gak nyangka, dari iseng jadi untung, intiny saling silaturrahim…..semangat..semangat

    iya, benar, saya menulis karena saya ingin, bukan karena mau lomba, semangat…
    siiip nasehatnya…
    jabat erat dan tabik!

  6. realylife said

    kesabaran dan kegagalan bila disikapi dengan ikhlas akan berbuah manis

    siiip… jabat erat dan tabik!

  7. waw panjang bener..
    ya udah klo gitu istirahat yg banyak ya..

    ga nyadar kalau panjang mas…
    jabat erat dan tabik!

  8. azkaa,, said

    ga apa.. ga kalah namanya kalo udah berusaha, tetep menang.. pengalaman jauh lebih mahal harganya.. semangat!! =)

    iya…
    yang penting usaha… semangat!

  9. nazel0612 said

    sepertinya hari yang melelahkan, tapi sekaligus hari yang menyenangkan………….

    iyah… melelahkan sangat <–(sok dibalik biar keren) he
    sering komunikasi yah…
    tabik!

  10. Amed said

    Hehehe, kebetulan blogmu memang masuk ke “grup neraka” (meminjam istilah EURO) dengan kualitas posting pesertanya di atas rata-rata. Penentuan pemenang untuk kategori ini kabarnya memang yang paling rumit dari kategori lainnya, namun mau tidak mau kan harus ada yang terpilih sebagai pemenang. Dan menurut saya tidak menang bukan berarti kalah toh?

    *Ngelirik yang “dingin-dingin”*
    OMG, jangan-jangan itu saya yah?? 😳

    makasih ya, blog neraka yah, lain kali saya dimasukin ke “grup surga yah”, hihihi
    sampai ketemu lagi dilain kesempatan mas…
    jabat erat dan tabik!

  11. oRiDo™ said

    yang terjadi.. terjadilah..
    yang lewat.. sudahlah..
    yang penting kita sudah berusaha sebaiknya..
    selanjutnya, tawakal sama Allah swt..
    😉

    gile…
    ngetik sgitu banyak pake hape…
    ckckckck…

    yup, biarlah yang harus mati itu mati…
    upppss, sepertinya salah persepsi, sya ga make hape, tetapi koneksi lewat hape, ngetiknya tetep atuh lewat kompi..
    jabat erat dan tabik!

  12. ulan said

    ha?? segitu banyak pake hape?? hebat..

    baca jawaban komen di atas, hehehe
    makasih dan berkunjung
    tabik!

  13. annmolly said

    sori mungkin gue blogger paling telat dibanding yg laen maklum seleb blog. Gedubrakkakaak

    ampir semua blogger yg hadir mengenal gue walaupun gue sendiri malah ngga kenal kalian. makanya passang donk fotonya di blog sampe kapan mo jadi anonymous!

    Jurinya OK! EO-nya SUCKS! gue ngga diberi kesempatan buat blog coding clinic 😉

    alaaaaaah alasan aza, bilang aza telat bangun,,,
    masang foto, km udah liat foto q yang keren itu kan, wakakakakakak
    jurinya OK, EO nya payah, ga da konsumsi, woiiii manusia neh, perlu makan juga….
    jabat erat dan tabik!

  14. Pakacil said

    whuhahahaha…
    sempat-sempatnya ngamatin kelakuan si mansup..
    hihihihi…

    kalau terjadi perbedaan antara posting dan keseharian itu memang kerap terjadi. Karena, media ini memang sangat bisa digunakan untuk memunculkan atau bahkan menutupi jati diri yang sesungguhnya. Tergantung orangnya saja lah, mau melakukan apa…

    aku juga baru kenal si mansup itu gara² acara ini, tapi dengan lancangnya ia berani menyatakan kami sesat…
    whuahahaha… sebuah stigma yg kami terima dengan bahagia.
    iya kan Sup? dan kami terus tertawa-tawa bersama…

    tunggu saja acara lainnya.
    ssstt…. ini rahasia, katanya si mansup mau bikin sayembara…

    kapan-kapan kita daulat mansup untuk mentraktir kita pakacil (kan honor juri gede tuh, wakakakakaka)
    siiip, kapan2 kt ketemu lagi…

  15. Ari said

    hehehe…sep2…

    yuhuuuuu, seepppp, kapan kita ngumpul lageee…
    jabat erat dan tabik!

  16. warmorning said

    blom sempet salaman ama saya ya mas? sayang sekali .. hihihihi

    sayang yah, hihihihi
    tabik!

  17. AngelNdutz said

    ck ck ck…niat bgt euy….tetep cemangad ngeblog, om 😛

    semangat… but waitttt…. ko OM… saya baru 18 tahun looooo… hiks…
    jabat erat dan tabik!

  18. realylife said

    mampir lagi
    mau umpang promosi untuk mampir di blog ini
    bloggersumut.wordpress.com
    terima kasih

    silakan mas…
    sering berkunjung yahhhh…
    jabat erat dan tabik!

  19. geiztia said

    mereka yang telah berhasil juga memiliki masa2 kegagalan,jadi jika diwaktu ini mas mengalami kegagalan,senyumlah dan katakan”saya sudah pasti berada dalam jalur yang benar,dan sekarang saya siap untuk melangkah maju”..

    kegagalan mrpkn suatu kesempatan untuk memulai kembali…
    jadi..semangat terus yaa mas…

    ruarrrrr biasa…
    siip, tetep semangat mbak…
    tabik!

  20. awalnya aq ngerasa kecewa krn panitia speedy kemaren pas ditanya2 gagap jawab.saling lempar lagi ke panitia lain.
    dah gitu tema yg harus diposting, harus gak jauh dari tema perlombaan blog speedy.yang benar aja, blog aq dan sebagian besar blog lain yg masuk kategori blog lokalitas kan rata2 bertemakan kedaerahan.
    apalgi punya q, yg kalimantanku.blogspot.com, yg dr awal pembentukan blog itu memang khusus membahas ttg wisata dan budaya kalimantan, khususnya banjar.
    jelas aja aq gak mau bikin posting ttg lomba speedy pas final kemaren.gak nyambung dong hasilnya, kok tiba2 muncul postingan ttg kecanggihan yg bernama internet.
    terlalu mengekang ekspresi blogger bgt…..!
    tp ya udahlah.toh aq bikin blog bukan tuk ikut lomba itu.sebelum lomba itu ada, aq dah lama punya blog.
    (kok aq jadi curhat ya….?

    ga papa mas, sabar aza kita… kita cuma bisa mendoakan de depan dunia blog di banua kita terus bertransformasi jadi jedi lebih baik…
    blog mas oke, semangat buat ngedukung pariwisata banua kita…
    dan yang pasti kita ngeblog bukan untuk lomba, tetapi untuk berkarya…
    jabat erat dan tabik!

  21. NdaruAlqaz said

    keep writing.

    kamu tidak kalah, cuma merasakan bumbu yang menyedapkan rasa kemenanganmu kelak….

    yup, asal bumbunya tidak kebanyakan saja mas, hehehe…
    jabat erat dan tabik!

  22. taufik79 said

    salam mas,paradigma “menang” dan “kalah” hanya soal waktu saja. ibarat roda, ada saat di atas, kadang di bawah, tentu sampeyan lebih tahu. mudahan event2 lomba semacam itu akan lebih banyak menyusul, dan kita harap penilaian tidak “mengungkung kreativitas” peserta.

    amin, namun tentunya kualitas lomba nya juga semoga jauh lebih baik dari yang kemarin…
    jabat erat dan tabik!

  23. itikkecil said

    yang terpenting, pengalaman yang bisa didapat dari lomba ini 😉

    iya mbak… he
    tabik!

  24. anas said

    mas aq ada posting ttg jukung hias maren.byk koleksi foto nya lho….liat aja.

    sudah… wah sayang saya ga datang yah, rame banget euy….
    tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: