Boleh Saya Marah

5 Juni 2008

Maaf, saya marah dan geram. Walaupun saya simpan saja di hati, tetapi saya marah, itu saja.

Kenapa saya marah, ya, saya rasa saya pantas marah. Seperti biasa saya pulang ke rumah sore sekali setelah kuliah dan berkutat dengan kehidupan kampus yang pelik dan melelahkan sekitar pukul 17:30 WITA. Jalan yang saya lalui cukup jauh, memerlukan waktu sekitar satu jam untuk menginjakkan kaki di rumah. Sekitar di daerah gambut (bagi yang tahu daerah ini) saya dan motor butut saya berada di belakang mobil kijang Innova berwarna hitam, jarak antara saya dan mobil bagus itu sekitar 15 meter.

Saya berkendara biasa saja, sekitar 50 Km/jam dan pemandangan tidak mengenakan untuk diliat pun terjadi, mobil itu membuka kaca jendelanya kemudian tanpa permisi dan tanpa melihat-lihat dulu melemparkan (membuang) sebuah kain (entah kain pel, kaos dalaman laki-laki, atau baju kaos saya kurang tahu secara detail). Dan yang pasti saya keget dan geram melihat hal itu terjadi. Pertama, hal itu merupakan perbuatan yang sangat tidak terpuji, apakah karena dia memakai mobil berarti jalanan itu miliknya dan mengakibatkan dia punya hak untuk berbuat apa saja termasuk membuang sampah sembarang, jika anda menyebutkan hal ini sudah biasa saya terima jika yang di buang Cuma bungkus permen atau rempah yang lain. Namun kali ini yang di buang adalah sampah yang tidak kecil juga tidak lazim, apakah tidak bisa menyimpan sampah (atau apapun lah namanya) itu dan membuangnya pada tempatnya setelah di rumah atau menemukan tempat sampah, saya yakin kalau dia simpan dulu sampah itu tidak akan menjadikan mobilnya sesak ataupun kurang kemewahannya. Apakah sekarang jargon “Marilah menjaga kebersihan atau kebersihan hanya sebagian dari iman” hanyalah sebuah kata-kata usang penghias hati belaka. Apakah mereka tidak sadar bahwa menjaga kebersihan adalah kewajiban setiap orang, saya yakin orang yang berada di dalam mobil itu adalah orang-orang berpendidikan dan tahu betul makna kebersihan bagi kesehatan dan lingkungan.

Kedua, apakah dia (orang yang di dalam mobil itu) tidak memikirkan keselamatan orang lain, ketika bia melempar sampah sebesar itu tentu orang-orang yang berkendara di belakangnya akan menghindar dan terkejut, kerena yang di lempar sebuah barang yang tidak layak di lempar begitu saja.

Setelah hal itu, tidak berapa lama kemudian mobil itu membuang sampah lagi, sebuah air mineral gelas yang masih ada air di dalamnya. Dilempar keluar dari mobil begitu saja dan tanpa melihat apa ada orang yang akan terkena bahaya karena perbuatannya. Saya hanya bisa mengurut dada dan menghela nafas saja melihat begitu sopannya tingkah laku orang di dalam mobil berplat DA7093 AM itu (seingat saya itulah nomor polisinya, saking geramnya saya sampai terngiang-ngiang nomor plat mobil itu).

Maaf, saya marah dan geram. Walaupun saya simpan saja di hati, tetapi saya marah, itu saja.

Saya hanya kesal dan tidak mengerti. Sebagai orang yang di percaya menjadi Ketua FOMAKKS (Forum Orang Muda Anti Korupsi Kalimantan-Selatan) saya merasa kesal. Kami mencoba mensosialisasikan gerakan anti-korupsi dengan membagikan stiker, pin dan memasang spanduk di beberapa tempat strategis. Yang saya sesalkan adalah adanya orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang mencopot spanduk anti-korupsi yang saya dan teman-teman pasang dengan susah payah. Padahal spanduk pemberian KPK itu beru terpasang selama 3 hari. Apakah mereka tidak bisa membedakan mana spanduk yang baru dan mana yang usang?

Tidak menuduh ataupun berburuk sangka, yang melakukan adalah pihak kampus ataupun rektorat atau mahasiswa yang tidak suka korupsi diberantas (tebak mengapa mereka melalukan itu). Dikalangan mahasiswa sendiri sudah tersiar bahwa indikasi korupsi oleh penggerak roda pemerintahan kampus itu sudah tersebar. Apakah begitu menakutkan bagi mereka membiarkan sebuah spanduk bertuliskan “DENGAN SEMANGAT KEBANGKITAN NASIONAL, AYO! BANGKIT LAWAN KORUPSI” terpampang jelas di halaman universitas. Entahlah…

Apakah saya pantas marah karena tindakan-tindakan tidak cerdas sperti di atas? meskipun kemarahan saya tidak saya suarakan lantang, semoga ketika kemarahan itu saya tuliskan di blog saya ini tidak ada yang marah akannya?

Semoga ke depan kita makin bijak dan dewasa menyikapi sebuah persolan, khususnya saya.

Jabat erat dan tabik!

Iklan

21 Tanggapan to “Boleh Saya Marah”

  1. awisawisan said

    assalaamu’alaykum
    salamkenal…

    iya, iya
    *angguk2
    emg mobil yg spti itu menyakitkan jiwa raga…
    biar cuma buang bungkus permen atau meludah (yg bahannya organik juga) saya masi tetep sebel
    kebersihan toh sbgian dari iman…

    eh, kalimantan?
    saya dari pontianak loh…

    idup kalimantan!!! 😀

    saya ukung gerakannya!!
    anti korupsi…

    “bangkit itu, aku, untuk indonesiaku,,,”

    ws,,,
    terima kasih sudah mengerti saya,
    iyah, bunuh korupsi…
    hidup kalimantan KITA…
    jabat erat dan tabik!

  2. Sabar yaa Andonesy!
    Shollu ‘ala Nabiii! 😀

    Begitulah hidup itu, kawan. Tidak ada orang yang semuanya baik. Pastilah ada yang menjengkelkan, bahkan merugikan sesamanya karena dia hanya mementingkan dirinya sendiri. 🙂

    Wah, jadi ketua gerakan anti korupsi pemuda nih!
    Salut!
    Semoga tetep istoqomah… 😀

    Barakallahu fiikum.

    doakan saya tetap semangat berjuang di tengah lesunya kobaran semangat perubahan di kampus saya.
    jabat erat dan tabik!

  3. ajiputra said

    saya juga, tapi urusannya beda.

    iyah, semoga kita lebih bisa memajemen emosi kita ke depan.
    jabat erat dan tabik!

  4. salurkan marah
    untuk sesuatu yang indah
    untuk sesuatu yang lebih dahsyat
    dari sekedar marah 🙂

    saya terus belajar untuk bersikap seperti yang anda sarankan…
    jabat erat dan tabik!

  5. salurkan kemarahan anda dengan ngeblog 😆

    semangat ngebog…
    jabat erat dan tabik!

  6. almascatie said

    silahkan marah….. karena marah skarang tidak punya arti lagi… :mrgreen:

    tetap berarti, bagi saya sendiri paling tidak, dari sana saya belajar bahwa ketika tindakan itu saya lakukan maka mungkin ada orang lain yang terluka karenanya.
    jabat erat dan tabik!

  7. weibullgamma said

    assalamua’alaikum…
    🙂
    peristiwa seperti ini sering terjadi…cuman dengan benda2 yang kecil….seperti yang anda sebutkan ex : bungkus permen, tisue bekas, puntung rokok…
    seharusnya orang yg berada di dalam mobil tersebut memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan seperti kata awis, kebersihan itu sebagian dari iman..

    tabik..dari bogor..

    bukan awis kang, awym aja lo mo manggil saya…
    iyah, tetapi pikiran kita ternyata tidak sama dengan pikirannya.
    bogor… saya ingin ke sana suatu saat nanti…
    jabat erat dan tabik!

  8. Relz said

    Untuk hal yg 1 itu boleh marah kok.. orang macem gt yg bikin bumi cepet rusak.. Kita teriak” Save the world from Global Warming.. tp keknya Indo ga banyak yg peduli sama bumi *sedih ngeliatnya*.

    semoga kesedihan kita tidak melunturkan semangat untuk menyelamatkan bumi kita, rumah kita yang semakin menua ini…
    jabat erat dan tabik!

  9. Relz said

    btw wiem.. np ga km ambil bajunya en lempar ke mobilnya.. klw misal dia marah.. km marahin lagi aja he5.. Bisa beli mobil kok ga bs beli tong sampah :p

    hahaha, solusi yang keren mas. kalau saja motor butut saya mampu menyaingi kecepatan mobil itu, saya pasti lakukan itu…
    jabat erat dan tabik!

  10. natazya said

    marah ajah..

    manusiawi kok

    asal jelas

    asal masuk akal

    asal pantas

    ^_^

    makasih, 😉
    tabik!

  11. Rif'an said

    Tidak usah marah berlebihan…. kita baik sangka saja, mungkin orang yg mencopot spanduk itu, orang yang peduli dengan pemberantasan korupsi. Bisa saja orang itu tak mau ada spanduk itu ada terpasang di kampus. atau juga kamu lupa ya beri uang keamanan pada satpam kampus, tuk jagakan spanduk?? he….

    iyah, baik sangka meskipun orang jahat pada kita, kita adem ayem saja, lagu nasional kita diambil negara lain, kita diam, kesenian tradisional negara kita diambil negara lain kita diam saja, pulau-pulau kita diambil juga tetep dieem aja… hidup diam saja. Wah mesti pake uang yah, tak kirain itu dari mahasiswa untuk mahasiswa…

  12. weibullgamma said

    maksud saya awis2an menulis seperti itu pada komentar..ternyata anda juga menulis….
    :)…good work..keep writing….

    semangat…
    jabat erat dan tabik!

  13. FaNZ said

    marah nya sekedarnya ajah mas 😀

    iyah, sekedarnya saja yah…. ohhhh. memang kalau mas ga ngerasa di lempar handuk saat berkendara mungkin ga tau rasanya… ato mas pernah ngelakuin itu saat dalam mobil, he, cuma bercanda.
    jabat erat dan tabik!

  14. kamu beli mobil juga dong, terus setelah itu apa yg kau lakukan? hehehe….

    ya elah, beli mobil, doakan saja bang, hahaha…
    tetapi kalau saya ber-mobil, kejar-kejaran kaya film James Bond or dalam film-film India kayanya bakal rame bang, hahaha
    jabat erat dan tabik!

  15. azkaa,, said

    ga boleh marah dunk tetep aja. surga balasannya bagi yang bisa menahan marah. hho.

    jadi mending tiap ngerasa mau marah, wudhu, dan… ngeblog tentu saja! ^^

    iyah, saya juga marahnya cuma di dalam hati, tidak saya keluarkan kecuali dalam blog ini, maaf bila tulisannya tidak mengenakkan.
    jabat erat dan tabik!

  16. neng fey said

    wah sama… pernah juga tuh kaya gitu (dijadikan tong sampah), tapi saking sebelnya saya bilang sama dia “ga diajarin sama ibu bapaknya buang sampah di tempat sampah ya dek” eeeh emaknya malah ngamuk sama saya, hehehe, bodo amat deh :p

    semakin banyak saja orang-orang yang tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri.
    tabik!

  17. arizane said

    sabar yah, kenapa tidak ditegur saja…palangin mobilnya trus bilangin ke dia

    saya jamin dia ngangguk2 merasa salah…

    kasian motor saya lo di geber kelewat batas, bisa ketinggalan mesinnya…
    jabat erat dan tabik!

  18. mmm…..ini..ini…aQ plg ssh ngeluapin rasa marahQ…koq ssh bgt protes n ngeluarin kt hati….huh BT aQ sm caraQ yg cm bs diam…

    q nyoba sabar sih… di hati aza… sekuatnya,,,
    tabik!

  19. anginbiru said

    hmm,, lebih geram lagi kalo ada mobil ber-plat nomer luar kota ke kota kita,, trus buang sampah gitu aja lewat jendela.. buang sampah aja kok musti ke kota orang..

    tapi ni yah,, kadang aku berpikir,, biasanya orang yang bermobil itu kan orang kaya.. mustinya orang yang kaya kan tingkat intelektualitas nya lebih tinggi.. tapi,, kok yang dilakukan beberapa orang itu kok gitu yak…? apa jangan2,, mereka kaya mendadak,, trus berpikir karena mereka kaya,, jadi bisa berbuat semau dia.. hehee…

    duh,, kok jadi ngomongin orang gini yak..? dendam pribadi sih.. kikiki…

    siiip, orang kaya ternyata tidak selalu berpikiran lebih baik dari orang miskin, heheh (gibah nih jadinya)…
    jabat erat dan tabik!

  20. Martabak said

    Memang ada manusia yang kalau tidak diatur dan diawasi cenderung merusak. Lebih lagi kalau ditambah sifat arogan dan masa bodoh. Berbagai adegan maut di jalanan dan tempat kerja sebenarnya tidak akan terjadi kalau manusia mau merendahkan hati tunduk pada peraturan keselamatan yang masih dianggap unik. Bahkan ada kesan aturan dibuat untuk dilanggar, toh tanpa aturan sepertinya makin asik aja.

    semoga kita menjadi apatis dan tidak peduli, sama seperti irang-orang itu,
    tabik!

  21. juplex said

    Pantas aja koq kalo marah..=>
    cm biasanya org2 kyknya ga peduli mrk mw buang dimana asal sampahnya ga kena mrk aja..wkwkwk^^

    iyah, moga kita ga berbuat yang kaya gitu sehingga orang ga marah sama kita.amin.
    tabik!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: