Terakhir…

7 November, 2009

sendiriKiranya saya perlu mengumukan kepada khalyak bahwa saya yang bernama AHSANI TAQWIEM sudah menyatakan secara resmi pindah ke alamat baru yaitu http://awiem.com dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun…

Hal-hal yang menyangkut permintaan foto bersama,  tanda tangan,  dan pertanyaan mendasar bisa di sampaikan di blog baru saya. Semoga informasi yang teramat penting ini bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Tentu menjadi harapan kita bersama rumah baru saya menjadi tempat yang nyaman setidaknya untuk sekedar bertegur sapa dan berbagi cerita.

Terakhir saya tunggu kehadiran anda semua di rumah maya saya.

jabat erat!


Mereka-Mereka yang Pergi

10 Agustus, 2009

KESAKSIAN

.. aku mendengar suara
jerit hewan yang terluka
ada orang memanah rembulan
ada anak burung jatuh dari sangkarnya.

orang-orang harus dibangunkan
kesaksian harus diberikan
agar kehidupan dapat terjaga ..

*dibacakan saat Rendra disemayamkan, selamanya Baca entri selengkapnya »


Satu lagi

16 Oktober, 2008

Hari ini, sebelum kembali menapaki perjalanan yang melelahkan. Di beranda rumah, saat  ikat sepatu belum tersimpul sempurna. Maka tatapan saya dibawa pada sebuah mahluk cantik yang tergeletak begitu saja. Makhluk yang biasanya liat terbang, menebarkan warna pada sudut-sudut dunia, membagi ceria pada segumpal duka. Namun kali ini ia tidak lagi bisa… mewarnai dunia dengan kepak sayapnya. Karena semua perlahan pudar, samar, dan akhirnya lenyap dalam gelap. Baca entri selengkapnya »


Setelah Berbenah

30 September, 2008

Malam ini malam lebaran, kemeriahan menyelimuti kotaku, serta kota-kota kalian. Langit menyala karena kembang api tersenyum, malam berubah terang. Gema takbir Menelusup ke hati kita masing-masing. Besok kita kembali suci, setelah satu bulan menata hati dan merapikan jiwa. Baca entri selengkapnya »


menutup mata

14 Agustus, 2008

Terkadang menyeruput sunyi memang menyamankan. Di tengah riak yang kadang tak bersahabat, coba mendekat. Sendiri saja. Menjaga kewarasan…

Benar, ada yang terhempas, ada yang putus

Ada yang lari, dan ada yang tertinggal

Kehidupan memang tak bisa dihentikan

Akhirnya daun itu luruh, patah dan terinjak-injak

Hhhh… Sudah lama aku tak di sana, di sisimu. Bimbing aku kembali…