Horaaay

21 Agustus, 2009

Asyik ramadhan,,, puasa, taraweh, segerrrrrr jadinya jiwa…
tapiiii kena jadwal siaran begarakan sahur, JAM 2 DINI HARI mesti cuap-cuap, iks… but tetap semangat…
selamat berpuasa kawan-kawan…


Aneh…

21 Juli, 2009

laki-laki :”apa alasan kamu mencintaiku”

perempuan :”entahlah, sepertinya aku mencintaimu bukan karena apa-apa….”

aneh…


Yuhuuu!

8 Juli, 2009

Selalu ada awal untuk segala hal, ceilee lebay…
Mau bilang sudah Nyontreng aza ribet amat…
pertama kali setelah golput melulu,
semoga yang terbaik yang menang,
jabat erat!


Menunggu Ketika Cinta Bertasbih

31 Mei, 2009

Masih tergambar jelas di mata saya mengenai ‘kelatahan’ dan begitu meriahnya novel dan film Ayat-Ayat Cinta (AAC). Dalam hitungan hari maka masyarakat Indonesia kan disuguhkan sebuah novel yang berangkat dari pengarang yang sama, Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karya Habiburrahman El Shirazzy. Bagi penyuka film dan penggemarnya maka moment ini adalah saat yang paling di tunggu, karena visualisasi pembaca novel akan terjawab ketika filmnya sudah dapat disaksikan. Terlepas dari sama atau tidaknya film dan novelnya. Ada beberapa perbedaan mencolok ketika kita mencoba menilik antara AAC dan KCB. Perbedaan itu antara lain adalah dari tempat pengammbilan gambar film, kalau AAC mengambil tempat di tanah air yang disulap sedemikian rupa agar mirip dengan mesir yang menjadi setting AAC. Hal ini tidak terjadi pada KCB, film ini katanya ‘benar-benar’ mengambil tempat sama dengan settting dan latar pada novel tersebut. hal ini tentu akan berpengaruh pada rasionalisasi cerita dan pendapat penonton, jika penonton AAC terlalu berharap dan mereka sedikit kecewa maka hal ini dihindari pada film KCB. Mesir, Kairo, Al-Azhar akan digambarkan utuh dan ‘asli’ pada film KCB kali ini. Perbedaan ke dua terdapat pada pemeran film, jika AAC mengambil artis-artis yang sudah matang di dunia keartisan, maka jalan lain diambil untuk film KCB. Semua pemeran dicari lewat proses audisi yang panjang, hal ini dilakukan agar gambaran mengenai pemeran dan tokoh di novel benar-benar dekat. Dari cerita juga akan menawarkan perbedaan, kalau AAC katanya ‘melenceng’ dari cerita novelnya. Hal ini juga ‘katanya’ tidak akan terjadi pada film ‘KCB’. Tak banyak yang bisa dikatakan karena cuma nonton trailer n behind the scene yang doank, hehehehe. Tentu ada banyak hal yang membuat film ini pantas di tonton dan ditunggu. Semoga saja film ini benar-benar layak ditunggu dengan biaya yang katanya tidak main-main.


Ingin

30 April, 2009

kalau disuruh memilih, aku pengen banget jadi anak kecil saja,,,

tak terlalu tau banyak tentang hidup, jadi tak terlalu punya beban untuk menghela setiap nafas…

tapi semua itu hanya sebatas keinginan, tak mungkin terjadi…

karena kita terus tumbuh, merengkuh dan mengeluh…

dan kadang jadi terlalu sulit mengambil keputusan, karena terlalu banyak pertimbangan…