Katanya Tentang TOEFL
21 Februari 2011
Teringat postingan mengenai TOEFL maka sebagai syarat mengikuti yudisium saya diwajibkan mengikuti tes ini. Sebagai mahasiswa yang tampan taat saya pun nurut saja. Sekitar pukul 9 pagi tanggal 12 Februari lalu untuk pertama kalinya saya masuk ke ruangan yang belakangan diketahui sebagai laboratorium bahasa prodi B.Inggris, kesan pertama adalah dingin. Lalu kemudian mengantuk.
Lembar jawaban dibagikan dan section pertama dimulai. Sengaja saya tak mempersiapkan apa-apa untuk tes ini, selain malas juga ingin mengetahui kemampuan diri sendiri
Waktu terasa berjalan lambat dan saya dikepung bahasa yang saya terka merupakan salah satu bahasa asing di muka bumi. Section kedua saya mulai merasa demam dan pusing. Udara terasa pengap namun semua harus terus dilewati, life must go on (maapkalosalahtulis)
. Section tiga adalah puncaknya, saya mejawab dengan kepala yang mulai pusing serta berusaha menyelesaikannya dengan sisa-sisa tenaga yang ada. Setelah tes selesai dan menghirup udara bebas di luar ruangan memang hidup terasa lebih indah Kawan.
Saya tak ingin membahas benar-salah jawaban saya itu. Selain takut sakit hati juga karena lupa ,sebenarnya saya lupa sewaktu tes ngejawabnya dalam keadaan sadar atau tidak. Hasil tesnya juga belum dikeluarkan hingga detik ini. Poin lainnya adalah saya juga kecewa karena berharap setelah test TOEFL akan ada test TOWEL antara mahasiswa dan mahasiswi, namun ternyata tidak huehuehue.
Rasa pusing semakin bertambah setelah diberi softwere TOEFL oleh orang ini. Lalu orang ini katanya juga tidak pulang, jadi gimana? (paragraf sumbang, tidak nyambung)
yakin saja,
sukses yaa
Hehehehe…. liat yang komen di atas, kira-kira masalahnya sama juga kita, wakakakaka. TOFEL……. mauk am, I don’t know what what
Pantas, semalam pina habut becari tentor…
hehehhe..
*manggut2*
saya juga gak sukaa suasana test TOEFL
terakhir ujian toefl dua tahun yang lalu kayaknya
prodi kita tak punya lab bahasa ya? (klo tidak salah)