Hari ini, sebelum kembali menapaki perjalanan yang melelahkan. Di beranda rumah, saat ikat sepatu belum tersimpul sempurna. Maka tatapan saya dibawa pada sebuah mahluk cantik yang tergeletak begitu saja. Makhluk yang biasanya liat terbang, menebarkan warna pada sudut-sudut dunia, membagi ceria pada segumpal duka. Namun kali ini ia tidak lagi bisa… mewarnai dunia dengan kepak sayapnya. Karena semua perlahan pudar, samar, dan akhirnya lenyap dalam gelap.
Ia terlentang, sendirian.
Satu lagi, bahwa memang semua pasti kembali ke pelukNYA. Dingin menyergapku…

hanya selaksa salam, entah setelah mendengarnya kemudian anda merasa sudah kenal dengan saya atau sebaliknya
Namun itu lebih baik daripada tidak pernah coba saling mengenal...
jabat erat!

16 Oktober, 2008 pukul 1:24 pm
Kupu-kupu yang cantik telah kembali kepada sang pencipta-Nya
Kita juga suatu saat akan mengalami hal yang sama seperti kupu-kupu cantik itu, dengan cara yang berbeda tentunya.
16 Oktober, 2008 pukul 5:57 pm
Wah,kupu2 na kmana a??
16 Oktober, 2008 pukul 8:36 pm
oooo…
jadi kupu-kupu itu kalau sudah diskonek terlentang ya?
16 Oktober, 2008 pukul 8:42 pm
kupu kupu itu, dia kah?
16 Oktober, 2008 pukul 10:54 pm
Kupu-kupu itu ulat bersayap, itu saja…
17 Oktober, 2008 pukul 10:16 am
@nia: betul
@berkata: dia pergi, pulang
@pakacil: yup, sinyalnya mati, ga konek-konek
@kangharis: iya kang, dia
@mansup: yup, tidak lebih
17 Oktober, 2008 pukul 7:09 pm
nah ada kupu-kupu ternyata
18 Oktober, 2008 pukul 7:30 am
moto kupu-kupunya bagus… bisa dunkz jadi wallpaper,, hee
18 Oktober, 2008 pukul 9:56 am
@syafwan: iya, ada wan
@hera: bisa-bisa *padahal motonya pake kamera hape yang ala kadarnya*
18 Oktober, 2008 pukul 10:35 am
rasanya seperti baru saja selesai membaca novel terkenal yg berjudul “laskar pelangi”….
ah, berlebihan….
tapi pantas d acungi jempol tuh…
diksi nya tepat..
memangnya semua anak prodi indo harus puitis gtu y ka..???????
dari setiap kata yg q bc, aq mengambil hipotesis kalau anda tuh seperti orng yang sedih or someting else….
tp semoga itu salah…
18 Oktober, 2008 pukul 11:11 am
@dayah: mungkin…
sedih, lelah, gelap, terhempas, sendiri dan kata-kata ‘remuk’ lain, memang terkadang dekat dengan ku…
begitulah…
HIDUP HANYA MENUNDA KEKALAHAN
18 Oktober, 2008 pukul 3:42 pm
Awym jambbbbuuuuuuuuuuuuu, bisa berpuisi jua skalinya
18 Oktober, 2008 pukul 5:40 pm
@soulharmony: hohoho,, kelaut aja deh cowo’2 jambuu..
18 Oktober, 2008 pukul 9:16 pm
kalo dilihat..kupu**nya ga telentang tuuh..tetap posisi normal. Ato mungkin keracunan ? Aih…
20 Oktober, 2008 pukul 4:55 pm
i don’t think so…
kita kan punya harapan..
kita mampu berjuang…
so, ngapain nyerah…
fight!!!!
22 Oktober, 2008 pukul 10:13 am
nOey :….oh jadi selama ini ada seseorang yang selalu merasa sedih, lelah, gelap, terhempas, sendiri dan merasa tertimpa kata-kata ‘remuk’ lain nya ya… apa tidak pernah sedikitpun merasa bahagia hingga rasanya seperti ditinggal oleh kehidupan? Kok aku ngga’ pernah tau ya? Atau memang gak ada yg sudi buat ngasih tau aku ya??
(…aku benar2 kecewa denganmu cinta…)
Q13: umai ley, tenyata serumit itukah yang namanya hidup?
22 Oktober, 2008 pukul 10:18 am
…………mengganggu sebentar ya A’A….bisa ga’ DEDE2 nya dikasih makan, biar ga kelaperan mulu. KASIAN ntar NANGIS.
(hhhhh….kepercayaan itu ternyata susah buat dipertahankan)
24 Oktober, 2008 pukul 7:01 pm
kupu2 yg baguzz,, ^^