Beberapa bulan lalu di Komunitas ini memang jargon “ngeblog jangan pakai hati” mulai melekat dalam setiap pertemuan dan cadaan kawan-kawan. Seingat saya jargon ini dicetuskan oleh Fadil saat meyikapi sebuah persoalan yang kala itu menerpa jukung-jukung kami. Kala itu gelombang sungai mulai tidak terkendali, sedangkan dayung-dayung yang dipegang para awak kapal mulai tidak sama iramanya. Arah mulai goyah, padahal memang tanpa arah yang tertulis menurut saya jukung itu bisa terus mengalir. Karena memang di dalam satu jukung tidak mungkin mnyeragamkan tujuan semua pengayuh, namun dengan di bebaskan bukankah akan lebih nyaman. Setiap orang boleh mendayung bebas dengan catatan tetap dalam koridor yang memang wajar dan terpelajar. Mendayung dengan kaki di atas kepala di bawah, silakan. mendayung sambil makan-makan, ga ada yang larang. Sehingga tercipta suasana harmonis yang manis.
Kembali ke topik utama yaitu ngeblog ‘jangan pake hati’, tentu yang nyeleneh akan punya jawaban “Ya iyalah jangan pake hati, tapi pake jari” Namun itu hanya intermezo saja. Hati menyangkut rasa, rasa menyangkut jiwa, dan jiwa milik manusia. Tentu rasa tersebut mungkin saja timbul jika ada stimulan-stimulan yang turut mempercepat berhasilnya suatu rangsangan terhadap di subjek sasaran. Ketika sasaran mendapat umpan yang cukup matang maka tentu saja akan timbul dua buah pilihan. Menerima atau menolak, namun nampaknya *mengambil contoh terdekat* si subjek tak mampu melawan rasa tersebut. Apalagi serangan tersebut berasal dari orang yang tak terduga sama sekali. Meminjam istilah revolusi, rasanya yang seperti ini namanya ’serangan fajar’. Sulit ditebak memang, namun sebagai seorang teman hanya ingin kawannya mendapat yang terbaik. Pertanyaan mengenai kelanjutan rasa itu, silahkan tanyakan sendiri padanya.
Ngeblog jangan pakai hati juga bagus sebagai sebuah warmorning warning bagi para blogger bahwa terkadang kita harus mengenyampingkan hati ketika mendapat respon yang nyeleneh dari para peziarah blog kita. Kalau selamanya kita menurutkan hati, mungkin ketika skala pembunuhan karakter sudah mencapai level ‘mengancam jiwa’, atau marusak ‘imej’ tentu akan sangat sengsara ketika semua itu kita masukkan ke hati mentah-mentah.
Ngeblog adalah sarana kita mencari teman. Namun kalau ngelog selalu pake hati, mungkin bukan kawan yang kita dapat melainkan rasa tidak nyaman yang melilit ke ulu hati. Kalau saja candaan-candaan itu dibawa ke alam nyata, tentu perkelahian segitiga antara orang ini, ini dan ini akan menghasilkan tragedi yang menyenangkan menyedihkan untuk disaksikan secara langsung.
Postingan tak jelas ini memang saya dedikasikan untuk seorang teman. Ingat, mendedikasikan tidak selalu setelah orangnya meninggal. Selagi ia masih ada, kenapa tidak? karena kita percaya bahwa kekuatan pertemanan mampu melakukan hal-hal yang luar biasa. Saya percaya itu, anda?
Aku dan dia berteman baru-baru saja, dan akhir-akhir ini dia sepertinya dirundung resah yang tak kunjung usai. Sekali lagi ini bukan soal cinta, melainkan rasa. Sedih juga aku melihatnya, sepertinya hidupmu bakal berat kawan, bertahan ya!
Aku percaya seperti percayanya laskar pelangi kepada mahar bahwa ia mampu menunaikan tugasnya dengan baik, meskipun tetap dengan cara yang tidak terlalu menyenangkan. Sudahlah, nasibmu memang begitu boy, cobalah kau serahkan masalahmu itu pada alam seperti yang mahar lakukan. Agar kau tak keracunan sms kuku seperti sekarang…
Yang pasti, jujurlah pada hatimu boy…
Jukung adalah Perahu.
hanya selaksa salam, entah setelah mendengarnya kemudian anda merasa sudah kenal dengan saya atau sebaliknya
Namun itu lebih baik daripada tidak pernah coba saling mengenal...
jabat erat!

10 Oktober, 2008 pukul 5:30 pm
….mendekatlah…rasakan bahwa kita itu satu. Coba pergilah menjauh, baru kau akan merasakan ada sesuatu yang ingin kau ulang kembali….
10 Oktober, 2008 pukul 6:40 pm
kau tau yang dekat itu menyenangkan, kalau tidak pecaya dengarkan Opick
10 Oktober, 2008 pukul 8:25 pm
@harie: oooh begitu, yayaya
@isur: nanti aku dengarkan yah…
10 Oktober, 2008 pukul 9:08 pm
ente merayu carbone?
*tidak mengerti persoalan*
10 Oktober, 2008 pukul 9:57 pm
*membaca 3 postingan carbone terakhir*
*berusaha membangun korelasi*
*mengingat-ingat kejadian-kejadian pasca pesta Madina*
*mengingat-ingat posting lama mansup*
*sepertinya menemukan korelasi*
Halah, nevermind…
10 Oktober, 2008 pukul 10:58 pm
fyuuuuuh…., counter attack yang buruk
@ManusiaSuper: lah kok bisa?
@Amed: kesimpulan yang bagus, salut!
☻ada apa ya?☻
11 Oktober, 2008 pukul 12:05 am
ini bukan soal cinta, tapi ini soal jukung ya wym? hehehe
ya dunia maya itu dunia yang bebas. Jadi susah, gak ada yang melarang (kecuali authornya yang mendelete) komen yang kurang asyik buat dibaca masuk.
11 Oktober, 2008 pukul 9:11 am
Kok awym perhatian ma cowo??, boy yah nama nya?? *wuakakkakakakk…*. Tapi ini bukan soal cinta kan wym??.. Tapi soal rasa… hehehe..
12 Oktober, 2008 pukul 8:52 am
to hariesaja :
….mendekatlah…kepada siapa ?
to isuur loeweng :
Opick ngomong opo ?
to ManusiaSuper :
bukan merayu, tapi pdkt ?
to Amed :
*kenapa baca postingan carbone, ada korelasi dengan awym ?
to carbonized :
counter attack yang baik gimana boy ?
to sandi :
benar Kata Sandi, ini masalah jukung bukan cinta
to Sarah Luna :
yachhhh diperjelas lagi
12 Oktober, 2008 pukul 2:21 pm
@Soulharmony
Thanks.. sudah dijawabkan semua, jadi aku ga perlu mikir lagi buat jawabnya… hehehehe
13 Oktober, 2008 pukul 3:05 pm
Kalo ngeblog pake hati sih rugi…
13 Oktober, 2008 pukul 6:43 pm
ɥısɐʞ ɐɯıɹǝʇ
˙ʇɐʞǝpɹǝʇ ɐʇɐɯ ɹǝʇʞop ǝʞ ʇɐqoɹǝq ɐpuɐ ɐʎuʞıɐqǝs uɐʞuɐɹɐs ɐʎɐs ˙ɐʇɐɯ uɐnƃƃuɐƃ ɐʎund ʞɐƃɐ-ʞɐƃɐ ɐɔɐq uɐʇılnsǝʞ ƃuɐʎ uıʞƃunɯ ‘ıuıƃ ʞılɐqǝʞ uɐʇɐılǝʞ ıɐdɯɐs-ıɐdɯɐs ‘ɥɐƃɐƃ nlɐlɹǝʇ uɐp dǝʞɐɔ nlɐlɹǝʇ uıʞƃunɯ ɐʎɐs ɐʎuɐsɐɹ
14 Oktober, 2008 pukul 9:52 am
benar akan terjadi sebuah interaksi sosial didalamnya..
14 Oktober, 2008 pukul 1:41 pm
waks! kalimat terakhir laskar pelangi banget
keep blogging boy!
14 Oktober, 2008 pukul 1:50 pm
di mana2 lagi demam laskar pelangi, ending postingan ini juga
14 Oktober, 2008 pukul 5:48 pm
Hmmm….mungkin lagi musim ujan jadi banyak pelangi….(lhoh???)
18 Oktober, 2008 pukul 10:55 pm
Boy…boy…ndak ngerti kao…