Terkadang menyeruput sunyi memang menyamankan. Di tengah riak yang kadang tak bersahabat, coba mendekat. Sendiri saja. Menjaga kewarasan…
Benar, ada yang terhempas, ada yang putus
Ada yang lari, dan ada yang tertinggal
Kehidupan memang tak bisa dihentikan
Akhirnya daun itu luruh, patah dan terinjak-injak
Hhhh… Sudah lama aku tak di sana, di sisimu. Bimbing aku kembali…
hanya selaksa salam, entah setelah mendengarnya kemudian anda merasa sudah kenal dengan saya atau sebaliknya
Namun itu lebih baik daripada tidak pernah coba saling mengenal...
jabat erat!

14 Agustus, 2008 pukul 6:20 pm
Sendiri tak selalu sepi, tak selalu tak berarti. Sendiri dalam diam kadang adalah peluang untuk berkaca pada cermin kehidupan.
14 Agustus, 2008 pukul 8:25 pm
Sebenarnya ada hikmah dibalik segalanya…. Sama seperti adek, kakak juga ingin mencari jawaban yang sebenar-benarnya, mengapa kita ada dan hidup di alam dunia ini…. Tidak tau kapan titik akhir itu menyapa kita….
Kekecewaan ku yang terdalam saat ini adalah, mengapa kemunafikan masih menjadi bagian yang terpisahkan pada satu kehidupan…
Aku termenung meratapi hamparan kenyataan yang tak bertepi….
16 Agustus, 2008 pukul 9:24 am
tidak ada yang tetap kecuali perubahan
16 Agustus, 2008 pukul 12:44 pm
biarlah waktu yang menyembuhkan luka……
hidup tak berhenti sampai di sini
karena hidup tak berhenti ketika file itu terhapus…..
dan ternyata file dengan judul ‘namanya’ tak hanya aku yang memiliki
mereka juga memilikinya
mereka tak menghapusnya
ada yang tetap menyimpannya rapi
ada yang menyembunyikannya di tempat yang jarang dia buka
ada juga yang menghapusnya
17 Agustus, 2008 pukul 10:44 pm
ayo semangat!!! jabat erat tabik!
19 Agustus, 2008 pukul 10:50 pm
Semoga kau tenang di sisi-nya
21 Agustus, 2008 pukul 10:59 am
Menutup mata? Tidur kali, hehe
21 Agustus, 2008 pukul 4:47 pm
De sering mnutup mata…
Waktu sendiri, waktu sepi, waktu mengingat, dan waktu mencari …
Ketika menyesali, ketika menangis, dan sebelum tersenyum …
Dan menutup mata untuk menemukan diri sendiri di atas kaca yang sudah tertutup debu …
Semangat a!
21 Agustus, 2008 pukul 7:29 pm
idem………
duh, nih anak emang bener2 dewasa dan puitis banget
23 Agustus, 2008 pukul 12:53 pm
Semua waktu dibelahan bumi manapun tidak pernah berhenti
Semua tak akan pernah berakhir, itu semua adalah penanda dimulainya segala era baru.
Lahir adalah awal dari hidup di dunia yang baru
Matipun adalah awal dari hidup didunia yang baru
Begitu seterusnya sama dengan hal yang lain…
cayo!
24 Agustus, 2008 pukul 11:29 am
maksudnya apa siiich ?????
akhirnya daun itu luruh, ????
25 Agustus, 2008 pukul 2:25 pm
bujur jar pian tuh,menutup mata laluay jadi sepi dunia nih.
mang, salam kenal lah.
26 Agustus, 2008 pukul 7:32 am
Segalanya adalah simfoni kehidupan …
26 Agustus, 2008 pukul 11:16 am
Kisah nyata ya..?
Ato da yg dicerita’in, ato cuma bercerita..?? :-S
26 Agustus, 2008 pukul 6:10 pm
dah lama ga nyasar kesini….
dah keseringan nutup mata….skrg dah seger lagi….
he he he,…..
27 Agustus, 2008 pukul 10:54 am
Benar.. aku merindukan saat-saat sendiri di tengah rutinitas ini… Pernah aku ngerasa pengen menghilang sesaat dari bumi ini. Tapi gak mungkin… Lagi JENUH niyh… Kapan ku bisa cuti…..???. hehehe..
3 September, 2008 pukul 1:11 pm
hidup bukanlah hidup tanpa masalah…