Saya adalah orang yang setiap hari melewati jalan-jalan antara kota tempat tinggal ke kota tempat kampus berada (Martapura-Banjarmasin). Tentu saja jalan-jalan antara ke dua kota itu tidak terlalu besar dan permasalah yang mulai terjadi adalah kemacatan dan debu yang berlebihan.
Menjengkelkan memang, bagi kita pengguna jalan yang biasa-biasa saja terkadang merasa tertindas jika truk-truk pengangkut barang tambang itu melintas terlalu jumawa, begitu cepat dan begitu saja tentunya. Sebagai orang awam tentu kita akan terpikirkan, apa yang mereka beri setelah menguras habis banua kita. Devisa, devisa untuk siapa? saya kira uangnya lebih banyak masuk ke kantong-kantong jas mahal mereka.
Apa yang mereka sisakan untuk kita? debu-debu yang menyesakkan pastinya, kemudian kematian yang di akibatkan cara menyetir sopir-sopir truk itu yang kadang sepertinya kalap dan gelap mata. Pada akhirnya setelah barang tambang itu habis mereka (bos-bos dan para investor asing itu) meninggalkan dan mencampakkan kita, benua yang harusnya kita jaga turun-temurun. Hasilnya, kita tidak punya lagi bahan tambang untuk menghidupi daerah kita sendiri dan kemungkinan bencana alam menimpa akan semakin besar, mengenaskan.
Semoga tidak akan terjadi tentu saja, dan semoga mereka lebih bisa mengerti bahwa yang mereka ambil itu adalah milik masyarakat. sehingga mereka sedikit mengerti ada sesatu yang mesti mereka lakukan untuk membagi hasil tambang itu kepada masyarakat. Sehingga bukan debu saja yang mereka sisakan untuk kita.
Pemerintah seharusnya lebih memihak rakyat, jangan hanya tergiur keuntungan yang besar kemudian begitu saja menyerahlan lahan itu pada para penambang itu. Harus ada kejelasan timbal balik dan recovery lahan dari mereka.
Memang masalah ini tidak sesederhana apa yang sedang saya utarakan, namun agaknya kalau dibiarkan berlanjut maka masalah yang kita hadapi juga tidak sesederhana yang kita kira.
semoga kita lebih bijak.
jabat erat dan tabik!
hanya selaksa salam, entah setelah mendengarnya kemudian anda merasa sudah kenal dengan saya atau sebaliknya
Namun itu lebih baik daripada tidak pernah coba saling mengenal...
jabat erat!

6 Juni, 2008 pukul 4:39 pm
Woiii……….!!!! Link ku mana ya???